Festival dribble menutup tur trofi FIBA Asia (Credit: Panpel FIBA Asia Cup)

FIBA Asia Butuh Dukungan Seluruh Pihak

JAKARTA - Manajer tim nasional basket putra Jeremy Imanuel Santoso meminta semua pihak mendukung penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2022 pada 12-24 Juli di Istora Senayan, Jakarta.

Sebab, kata Jeremy, FIBA Asia Cup 2022 merupakan event besar yang membawa nama baik Indonesia.

"Saya rasa memang FIBA Asia Cup butuh semua dukungan semua pihak. Seluruh ekosistem harus bergerak. FIBA Asia Cup merupakan momen untuk menunjukkan Indonesia bisa terkenal karena bola basket," kata Jeremy di Jakarta, Sabtu (9/7/2022).

Menurut dia, ini merupakan momen tepat sesuai Indonesia meraih medali emas SEA Games untuk pertama kali dalam sejarah.

"Jadi jangan pikir FIBA Asia Cup acara biasa saja, harus jadi momentum kebangkitan basket kita," kata Jeremy.

Jeremy juga meminta pengertian para awak media karena tidak memberikan akses keluar masuk saat latihan timnas basket putra.

Menurut dia, ini merupakan bagian dari menjaga protokol kesehatan. Jeremy menegaskan, ia tidak mau para pemain timnas basket putra terpapar Covid-19.

"Di timnas Cina ada 7 orang terpapar Covid-19. Kami menghindari hal itu. Kami ingin menjaga protokol kesehatan agar pemain kita tidak terpapar Covid-19," jelasnya.

Jeremy juga menjelaskan soal cedera Marques Bolden. Menurut dia, Bolden mengalami gangguan pinggang serta semoat bermasalah dengan makanan yang membuatnya diare.

Namun untuk sekarang, Jeremy menilai kondisi Marques sudah 99 persen, baik fisik, mental, maupun skill bermainnya. 

"Tidak gampang untuk pemain berpostur 209 cm sakit pinggang. Semoga kita akan melihat penampilan terbaik Marques Bolden," ungkap Jeremy.

Ia juga menilai Derrick Michael sudah sangat berkembang, mulai dari SEA Games hingga babak kualifikasi FIBA World Cup 2023 lalu.

Ia berharap Derrick juga menampilkan performa terbaik dan tak membuatnya terbeban menjadi salah satu tumpuan timnas basket putra Indonesia.

Sejauh ini, Jeremy mengakui tekanan akan selalu ada. Namun ia ingin para pemain menjadikan tekanan itu sebagai hal positif.

"Saya berharap tekanan jadi fokus bukan nervous. Di FIBA Asia Cup nanti kita bisa mencetak sejarah jika lolos ke delapan besar. Saya menganggap kesempatan untuk membuat sejarah jauh lebih besar ketimbang tekanannya," tegas Jeremy.

    Terbaru

    Terkait