JAKARTA - Ketua Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2022 Junas Miradiarsyah mengajak para wartawan untuk mengunakan media center FIBA Asia Cup dengan baik dalam proses peliputan event bola basket terbesar di Asia dan Oseania ini. Ia mengatakan, pihak panpel berusaha menghadirkan media center yang nyaman dan membantu para wartawan dalam mengerjakan tugasnya. Panpel berkoordinasi dengan pihak FIBA Asia dalam penyediaannya.
"Semoga teman-teman media bisa bekerja dengan baik dengan kehadiran media center ini," kata Junas di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2022).
Junas mengatakan, setelah pandemi melanda, banyak terjadi penundaan sejumlah ajang di beberapa negara. Ia berterima kasih kepada FIBA yang memberikan Indonesia kesempatan untuk menjadi tuan rumah event besar ini.
"Sudah ada dua pertandingan yang selesai dan berjalan baik. Semoga semuanya bisa terus berjalan baik hingga akhir pertandingan," kata dia.
Ia mengatakan Indonesia menjadikan FIBA Asia Cup 2022 sebagai momentum untuk mengembangkan basket Indonesia ke level lebih tinggi, selepas meraih emas di SEA Games Vietnam.
"Hari ini Indonesia bertanding, kami menantikan ada beberapa tamu undangan seperti Menpora Zainudin Amali, Menparekraf Sandiaga Uno, hingga FIBA Board Member Erick Thohir datang. Untuk laga nanti malam, tiket sudah habis. Panitia menjual sekitar 3.500-an pertandingan Indonesia vs Arab Saudi. Pertandingan ini juga bisa dilihat di televisi I-News atau melalui Vision+," kata Junas.
FIBA Asia Communications Manager Hovsep Seraydarian memuji panpel lokal dalam menyiapkan perhelatan ini. Menurut dia, bukan keputusan mudah menentukan Indonesia menjadi tuan rumah. FIBA melakukan inspeksi venue dan hal-hal terkait sebelum mengambil keputusan tersebut.
Hovsep mengatakan, persiapan dilakukan sejak April 2021 dan terganggu pandemi. Menurut Hovsep, panpel bekerja tanpa lelah demi menyajikan event terbaik untuk basket Asia dan Oseania.
"Saya menyaksikan kerja mereka yang tak kenal lelah. Ada trophy tour. Panitia terkadang bekerja sampai larut malam. Salah satunya menyiapkan media center yang bagus ini. Kami dari FIBA bergandengan tangan dengan panitia menyiapkan ini demi kemudahan peliput," kata Hovsep.
Ia bersyukur pertandingan pertama berjalan dengan lancar. Ia membuka kesempatan bagi para awak media untuk tak sungkan bertanya kepadanya perihal peliputan. Pada saat yang sama, Hovsep juga mengajak awak media bekerja sama mengikuti aturan yang sudah diterapkan FIBA.
"Semoga para peliput bisa bekerja sama dengan baik, menghormati para volunteer yang luar biasa ini. Kerja keras panitia ini bisa jadi preview bagaimana FIBA World Cup akan berlangsung di Indonesia tahun depan," ujar Hovsep.