Jakarta - Indonesia Patriots terus mengasah kemampuan jelang musim 2023 dengan melawan peserta Indonesia Basketball League (IBL) dalam scrimmage games. Ini merupakan rencana meningkatkan kerja sama tim dan kesiapan pemain jelang kompetisi.
Indonesia Patriots menjajal kemampuan Tangerang Hawks Basketball, Rans PIK Basketball, Amartha Hangtuah, Evos Thunder, dan Bumi Borneo.
"Saya tidak ingin membicarakan skor dan hasil, tapi rasanya selalu menyenangkan saat memenangkan pertandingan. Akan tetapi kemenangan bukan target utama kami, target utamanya adalah perkembangan pemain muda menuju tim senior," ungkap Coach Milos Pejic, arsitek Indonesia Patriots
Coach Milos menjelaskan, fokus utama di Indonesia Patriots adalah memberikan pemahaman atas sistem bermain di Timnas. Meski masih banyak kekurangan, dia tetap mengaku puas dengan energi dan sistem yang coba diterapkan para pemain.
"Sistem yang kami gunakan saat ini adalah sistem yang sama untuk tim senior. Karena saya berharap beberapa dari mereka dapat bermain untuk tim senior," katanya.
"Untuk itu kita butuh satu sistem yang sama mulai dari sekarang untuk Patriots (tim muda). Kadang berhasil, kadang tidak."
"Mereka sedang berusaha. Tapi terkadang kami tidak dapat mengendalikan situasi, kadang kami bermain sangat baik. Untuk saat ini saya cukup puas," lanjutnya.
Uji coba yang disusun ini diharapkan bisa membentuk mereka menjadi pemain yang lebih siap. Lebih kompak menghadapi kompetisi IBL 2023. Sebab, mayoritas pemain ini baru merasakan atmosfer level pertandingan seperti IBL.
Dari 13 nama yang dipoles, ada enam nama yang baru semusim rasakan IBL. Mereka adalah Dame Diagne, Serigne Modou Kane, Julian Chalias, Daniel Salamena, Andrew Lensun, dan Gede Elgi Wimbardi.
Sedangkan lainnya debutan seperti Ida Bagus Ananta Wisnu Putra, Karl Patrick Gloria, Mohammed Aymane Garudi Arip, Rafael Pasha, Justin Jaya Wiyanto, Erick Ibrahim Junior, dan Greans Chandra Tangkulung.
"Kami banyak kehilangan free throw di menit-menit akhir pertandingan (melawan Hawks). Kami juga banyak kehilangan open shot, dan beberapa keputusan yang kurang tepat saat berada di bawah tekanan," tutur sang pelatih.
"Itu adalah hasil dari kurangnya pengalaman. Kami butuh banyak pertandingan dalam berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk tim ini agar bisa bermain di level senior. Tapi sekarang, semua berjalan dengan baik dan saya berharap di lima scrimmage game ke depan bisa lebih baik lagi," terangnya.