TANGERANG - Premier Youth Basketball Championship (PYBC) kembali digelar usai vakum dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Alhasil, animo peserta langsung membeludak mengikuti turnamen bola basket usia muda yang digelar di Expindo Center, Tangerang.
Total, ada 82 tim basket muda dari berbagai kota di Indonesia ikut serta di turnamen yang mempertandingkan kategori U-12 putra-putri, U-14 putra-putri, U-16 putra-putri, dan U-18 putra-putri.
PYBC kelima ini dibuka langsung Ketua Umum PERBASI Danny Kosasih dan Ketua Umum PERBASI Banten Ahmad Zaki Iskandar, Rabu (22/6/2022). Turut hadir pula Sekretaris Jenderal PERBASI Nirmala Dewi, Wakil Ketua Bidang Pembinaan PERBASI George Dendeng, dan Chairman PYBC Husin Arief.
"Saya berbahagia karena sudah dua tahun break dan ini kembali mulai. Kami kaget ada 82 tim yang bertanding dalam PYBC ini . Saya berharap ini menjadi awal kebangkitan lagi anak muda untuk bermain bola basket. Kebetulan tim U-16 putra dan putri sedang keluar negeri, ini nanti akan menjadi pelapis yang akan datang. Kita doakan PYBC ini seleksi dan bisa dipakai di PERBASI sebagai tolok ukur prestasi," ucap Danny Kosasih.
"PYBC ini sangat baik sekali bukan hanya untuk pencarian bibit, tapi juga perkembangan anak-anak. Mengukur perkembangan mereka dari suatu latihan itu di kompetisi. Saya ingatkan juga kepada orang tua agar anak-anak dibiasakan pola hidupnya berolahraga. Agar tak hanya punya tubuh yang sehat, tapi juga punya mental yang kuat," kata Zaki Iskandar di kesempatan yang sama.
Turnamen PYBC resmi bergulir hari ini dan berjalan hingga sekitar satu bulan yang berakhir pada 10 Juli 2022 mendatang. Panjangnya waktu penyelenggaraan tersebut menurut Chairman PYBC Husin Arief karena turnamen ini menerapkan standar kompetisi yang baik dan banyaknya kelompok usia dan kategori yang dipertandingkan.
"Periodenya memang agak lama karena kategori umurnya banyak ada empat kelompok usia dan delapan kategori yakni putra dan putri dari masing-masing kelompok. Jumlah tim yang ikut ada 82 tim, dengan 32 klub dari berbagai kota di Indonesia," terang Husin.
"Kenapa periodenya lama, karena kami ingin menggelar kompetisi dengan standar yang bagus. Dari sisi jam mainnya itu 4x10 menit bersih, jadi perlu dua jam untuk satu game. Makanya untuk satu hari kita cuma bisa akomodir paling banyak enam game," lanjutnya.
Ajang yang sifatnya open tournament tersebut juga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Para atlet yang bertanding diwajibkan telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap serta protokol lainnya.
"Semua peserta harus wajib sudah vaksin lengkap itu bisa ikut dalam pertandingan. Kita juga membatasi jumlah penonton tidak terlalu banyak dan juga taat protokol kesehatan seperti memakai masker," tutup Husin.