Karawang, Jawa Barat (7/5) - Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gor Bulu Tangkis, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Rabu, (6/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang guna mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa persoalan gizi dan stunting merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak dan ibu hamil merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi cukup dan seimbang akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, daya tahan tubuh yang kuat, serta peluang tumbuh kembang yang optimal,” ujar Putih Sari.
Ia juga menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sekadar pemberian makanan, tetapi menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi setiap hari,” tambahnya.
Pemenuhan gizi sejak usia dini sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan secara terukur melalui edukasi gizi, sanitasi yang baik, serta keterlibatan aktif keluarga.
Melalui kegiatan sosialisasi Program MBG ini masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup sehat, serta upaya pencegahan stunting demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing. Kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.