Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengapresiasi kepedulian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir atas dukungannya terhadap perkembangan olahraga di Tanah Air. Dia pun berterima kasih kepada koleganya.
Salah satu bentuk kepedulian Erick adalah memutuskan dua BUMN yang menjadi ayah angkat atau pendukung cabang olahraga renang.
Hal ini disampaikan Menpora Amali saat membuka secara resmi Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 4th 2022 di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Jakarta.
"Terima kasih kepada Menteri BUMN, karena sudah menentukan dua BUMN yang memberikan dukungan kepada renang. Jadi masing-masing cabang olahraga ini oleh Pak Erick diberi dukungan BUMN yang menjadi bapak angkatnya," kata Menpora dalam laman resmi Kementerian.
Menpora berharap dukungan dan sinergitas antara pemerintah dan stakeholder olahraga tersebut dapat terus dilakukan sehingga olahraga Indonesia semakin berkembang dan meningkat.
“Mudah-mudahan semangat ini terus, sehingga olahraga semakin maju dan target kita di peringkat dunia 100 tahun Indonesia merdeka minimal 10 besar dunia. Dan kalau bisa 5 besar dunia. Dan insya Allah akan tercapai kalau sinergitas kita berjalan,” ucapnya.
Menpora juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada induk cabang olahraga renang, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) yang telah menyelenggarakan Indonesia Open Aquatic Championship.
Pria asal Gorontalo itu mengingatkan, renang merupakan salah satu cabang olahraga unggulan yang masuk di dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Hal tersebut dikarenakan renang merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade.
Selain itu, hasil review menyebutkan Indonesia akan mengandalkan cabang-cabang olahraga yang mengandalkan teknik dan akurasi.
"Salah satu pilihannya adalah cabang olahraga renang. Itulah sebabnya, saya menyambut baik apalagi informasi dari PRSI sekarang ini Tim Nasional (Pelatnas) Indonesia punya pelatih yang bagus. Oleh karena itu saya mendukung semua program yang dilakukan PRSI,” tegas Menpora.
Namun demikian, Menpora Amali menjelaskan bahwa cabang olahraga yang masuk di dalam DBON diterapkan sistem promosi dan degradasi. Jadi cabor yang tidak berprestasi dalam kurun waktu tertentu akan dikeluarkan dari daftar unggulan.