Sportify.id - Indonesia mendapat kepercayaan menjadi salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai penunjukan tersebut menjadi sinyal positif sekaligus bukti bahwa sepak bola Indonesia mengalami perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar di Indonesia dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, sebagai lokasi pertandingan. Pemerintah, PSSI, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah pun mulai melakukan koordinasi untuk memastikan penyelenggaraan berjalan dengan baik.
Bagi Erick, kesempatan menjadi tuan rumah bukan sekadar persoalan menggelar pertandingan. Kepercayaan tersebut dinilai sebagai bagian dari proses membangun ekosistem sepak bola nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
"Kalau ditanya apakah sepak bola kita sudah bangkit? Sudah bangkit. Kita bisa lihat kita juara SEA Games setelah 32 tahun," ujar Erick.
Menurut Erick, perkembangan sepak bola nasional tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, federasi, pelatih, klub, pemain, hingga masyarakat memiliki kontribusi dalam mendorong kemajuan sepak bola Indonesia.
"Kalau ditanya mengenai dukungan pemerintah, Bapak Presiden, saya rasa saya sudah sampaikan, tidak mungkin sepak bola kita seperti ini tanpa dukungan masyarakat sepak bola, pemerintah pusat, pemerintah daerah, semua stakeholder," katanya.
Erick juga menilai keberhasilan Timnas Indonesia tidak hanya ditentukan oleh performa pemain di lapangan. Pembinaan pemain, kualitas kompetisi domestik, serta kontribusi para pemain yang berkembang di luar negeri turut menjadi bagian dari proses membangun kekuatan tim nasional.
"Kita juga harus apresiasi kepada semua pelatih tim nasional. Mau coach Indra Sjafri, coach Nova Arianto, coach Shin Tae-yong, coach Patrick Kluivert, coach John Herdman, mereka sudah melakukan yang terbaik yang mereka sudah berikan," ucap Erick.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia dalam meningkatkan kualitas sepak bola. Status sebagai tuan rumah memberi kesempatan kepada Indonesia untuk menggelar pertandingan internasional sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur dan ekosistem sepak bola nasional.
Di sisi lain, Erick meminta masyarakat tetap memberikan dukungan kepada pemain dan pelatih, termasuk ketika hasil yang diraih belum sesuai harapan.
"Dan saya memohon dengan hormat tadi, perlindungan kepada pelatih dan pemain harus ada. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang memecah belah kita sendiri. Ya, pemain itu punya keluarga, punya perasaan," kata Erick.
Dengan dukungan berbagai elemen tersebut, FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan bukan hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga momentum memperkuat fondasi sepak bola Indonesia menuju persaingan yang lebih tinggi.