Sportify.id - Juventus harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Cagliari dalam lanjutan Serie A. Pertandingan yang berlangsung di markas Cagliari tersebut memperlihatkan perjuangan Juventus mengejar ketertinggalan setelah kebobolan pada babak pertama, sebelum Randal Kolo Muani menyelamatkan tim melalui gol pada menit ke-81.
Hasil ini membuat Juventus naik ke peringkat keenam klasemen dengan koleksi 11 poin, sedangkan Cagliari bertahan di posisi keempat dengan 13 poin. Tambahan satu poin belum cukup bagi Juventus untuk mengatasi lawan yang tampil kompetitif di kandang sendiri.
Cagliari memulai pertandingan dengan memberikan tekanan kepada Juventus. Meski tim tamu mampu meredam sejumlah serangan, Juventus juga kesulitan mengonversi peluang menjadi gol. Pape Sarr sempat melepaskan tembakan pada menit kesembilan, tetapi bola melambung di atas mistar. Nicolas Gonzalez juga memperoleh kesempatan, namun penyelesaiannya melebar dari sasaran.
Cagliari kemudian membuka keunggulan pada menit ke-20. Daniel Maldini mencetak gol setelah rangkaian pergerakan bola di area pertahanan Juventus, dengan Paul Mendy ikut terlibat dalam proses terciptanya peluang tersebut. Gol itu meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah hingga babak pertama berakhir.
Juventus tampil lebih agresif setelah turun minum. Douglas Luiz dan Edon Zhegrova mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan, tetapi upaya mereka belum mampu melewati penjagaan kiper Cagliari, Elia Caprile.
Tekanan Juventus akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81. Kolo Muani menyambut umpan silang Alajbegovic melalui sundulan yang menggetarkan gawang Cagliari. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan memberi Juventus kesempatan untuk mengejar kemenangan pada sisa pertandingan.
Juventus bahkan hampir membalikkan keadaan melalui Kolo Muani. Namun, tembakannya membentur mistar sehingga peluang untuk membawa pulang tiga poin tidak terwujud.
Pertandingan tersebut memperlihatkan dua persoalan yang perlu diperhatikan Juventus, yakni efektivitas penyelesaian akhir dan kemampuan memanfaatkan momentum. Tim mampu meningkatkan tekanan setelah tertinggal, tetapi sejumlah peluang pada kedua babak tidak menghasilkan gol.
Di sisi lain, Cagliari menunjukkan daya tahan dengan mempertahankan keunggulan cukup lama dan bertahan menghadapi tekanan pada babak kedua. Kiper Caprile juga berperan penting dalam menggagalkan sejumlah peluang lawan.
Bagi Juventus, hasil imbang ini menjadi pengingat bahwa dominasi serangan harus diikuti ketepatan penyelesaian akhir. Sementara bagi Cagliari, satu poin tetap bernilai setelah menghadapi tekanan dari tim yang berusaha membalikkan keadaan hingga menit-menit akhir.