Sportify.id - Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung dalam hitungan jam ini ada yang menarik. Apparel garis tiga Adidas akan menjadi sponsor resmi bola Piala Dunia yang dinamakan Adidas Trionda.
Adidas sudah resmi memperkenalkan lebih dulu adidas Trionda pada Oktober 2025 sebagai bola resmi Piala Dunia 2026. Nama "Trionda" berasal dari gabungan kata "Tri" dan "Onda" (gelombang dalam bahasa Spanyol), yang secara harfiah berarti "tiga gelombang". Nama tersebut dipilih untuk merepresentasikan tiga negara tuan rumah yang untuk pertama kalinya bersama-sama menggelar Piala Dunia.
Secara visual, Trionda tampil mencolok dengan kombinasi warna merah, hijau, dan biru yang melambangkan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pada permukaan bola juga terdapat simbol khas masing-masing negara, yakni bintang untuk Amerika Serikat, elang untuk Meksiko, dan daun maple untuk Kanada. Sentuhan warna emas ditambahkan sebagai penghormatan terhadap trofi Piala Dunia.
Yang paling menarik adalah konstruksi panelnya. Jika sebagian besar bola modern menggunakan enam hingga 32 panel, Trionda hanya menggunakan empat panel utama dengan bentuk geometris menyerupai gelombang. Ketika disatukan, keempat panel tersebut membentuk pola segitiga di bagian tengah bola, simbol persatuan tiga negara penyelenggara. Jumlah panel yang sangat sedikit ini menjadikan Trionda sebagai salah satu bola Piala Dunia dengan desain paling revolusioner sepanjang sejarah.
Teknologi di dalam bola Adidas Trionda
Adidas menyebut Trionda sebagai salah satu bola pertandingan paling canggih yang pernah mereka ciptakan. Inovasi terbesar terletak pada kombinasi desain aerodinamika baru dan teknologi digital yang tertanam di dalam bola.
Perbedaan paling mencolok dibandingkan bola-bola sebelumnya seperti Al Rihla, Brazuca, atau Jabulani adalah penggunaan empat panel termal yang direkatkan tanpa jahitan tradisional.
Adidas mengklaim desain ini menciptakan distribusi hambatan udara (drag) yang lebih merata sehingga menghasilkan lintasan bola yang lebih stabil saat melayang di udara. Selain itu, terdapat alur dan tekstur khusus pada permukaan bola yang membantu meningkatkan kontrol ketika digunakan dalam kondisi hujan atau kelembapan tinggi.
Trionda melanjutkan penggunaan Connected Ball Technology yang pertama kali diperkenalkan pada Al Rihla di Piala Dunia 2022. Namun kali ini sistemnya mengalami peningkatan signifikan.
Di dalam bola tertanam sensor gerak berkecepatan 500Hz yang mampu mengirimkan data posisi dan sentuhan bola secara real-time kepada sistem VAR. Sensor tersebut dapat mendeteksi kapan bola disentuh pemain dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, membantu wasit dalam menentukan offside, handball, maupun insiden lain yang membutuhkan verifikasi teknologi.
Hasil pengujian aerodinamika menunjukkan Trionda memiliki karakter terbang yang berbeda dibandingkan pendahulunya. Bola ini dirancang untuk memberikan stabilitas lebih baik pada situasi bola mati seperti tendangan bebas, sepak pojok, dan umpan silang. Namun karakteristik tersebut juga membuat perilaku bola dalam tendangan jarak jauh menjadi sedikit berbeda dibandingkan bola-bola generasi sebelumnya.