Sportify.id - Manchester City meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Liverpool dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Stadion Anfield, Minggu (11/10). Pesta gol tim tamu dibuka melalui Erling Haaland, Rayan Cherki, dan Jeremy Doku setelah Liverpool harus bermain dengan sepuluh pemain akibat kartu merah Ryan Gravenberch.
Pertandingan berlangsung ketat pada babak pertama. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya sehingga skor tanpa gol bertahan hingga turun minum. Liverpool dan Manchester City sama-sama berusaha mengembangkan permainan, tetapi belum mampu memaksimalkan kesempatan untuk membuka keunggulan.
Liverpool sempat memperoleh peluang pada menit ke-47 melalui Lewis Koumas. Tembakan kerasnya setelah menerima umpan terobosan berhasil ditepis kiper City, Gianluigi Donnarumma. City kemudian merespons melalui Haaland, yang mendapatkan kesempatan pada menit ke-59, meski tembakannya belum mengarah ke sasaran.
Perubahan besar terjadi pada menit ke-62 ketika Gravenberch menerima kartu merah langsung. Keputusan tersebut memaksa Liverpool melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Situasi itu mengubah keseimbangan permainan sekaligus memberi City ruang lebih besar untuk menekan pertahanan tuan rumah.
City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tiga menit kemudian. Haaland mencetak gol pembuka pada menit ke-65 setelah menyambar bola pantul di dalam kotak penalti. Gol tersebut membuat Liverpool harus meningkatkan tekanan meski kehilangan satu pemain.
Tiga menit berselang, City menggandakan keunggulan. Doku melakukan penetrasi dari sisi kanan pertahanan Liverpool sebelum melepaskan tembakan terukur yang berujung gol. Keunggulan dua gol memberi tim tamu kendali lebih besar atas jalannya pertandingan.
Cherki kemudian memastikan kemenangan City menjadi 3-0 pada menit ke-78. Ia menyelesaikan kombinasi umpan satu-dua dengan rekannya melalui aksi individu di dalam kotak penalti sebelum menaklukkan Alisson Becker.
Liverpool berusaha mencari gol balasan, tetapi kesulitan membongkar pertahanan City hingga pertandingan berakhir. Hasil ini memperlihatkan kemampuan City memanfaatkan perubahan situasi pertandingan dengan cepat.
Meski kemenangan tersebut menunjukkan efektivitas serangan City, kartu merah Gravenberch menjadi salah satu faktor penting dalam jalannya laga. Sebelum insiden itu, kedua tim masih belum mampu memecah kebuntuan.
Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi terkait disiplin, organisasi pertahanan, dan kemampuan menjaga keseimbangan ketika bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap. Sementara itu, City mendapatkan hasil maksimal berkat ketepatan penyelesaian akhir setelah pertandingan memasuki fase krusial.