John Herdman. (Foto: Pinterest)

Tujuh Bulan John Herdman di Timnas Indonesia: Statistik Menjanjikan Belum Cukup, Trofi Jadi Tantangan Berikutnya

Sportify.id - John Herdman telah menjalani tujuh bulan pertamanya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Sejak ditunjuk pada Januari 2026, pelatih asal Inggris tersebut sudah memimpin Skuad Garuda dalam delapan pertandingan dengan catatan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Herdman resmi ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026. Debutnya berlangsung pada 27 Maret ketika Indonesia menghadapi St. Kitts and Nevis dalam FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Debut tersebut berakhir manis karena Indonesia menang telak 4-0.

Namun, Herdman langsung mendapatkan ujian beberapa hari kemudian. Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria. Kekalahan tersebut menjadi kekalahan pertama dalam era kepelatihan Herdman.

Timnas Indonesia kemudian bangkit pada agenda FIFA Matchday Juni. Garuda meraih dua kemenangan beruntun dengan mengalahkan Oman 3-0 dan Mozambik 1-0. Dua hasil tersebut membuat optimisme terhadap era Herdman kembali meningkat.

Secara keseluruhan, statistik delapan pertandingan pertama Herdman cukup positif. Indonesia mencetak 17 gol dan hanya kebobolan enam gol. Skuad Garuda juga mengoleksi rata-rata dua poin dalam setiap pertandingan.

Namun, statistik tersebut belum sepenuhnya menggambarkan tantangan yang dihadapi Herdman. Turnamen resmi pertamanya bersama Indonesia, ASEAN Championship 2026, justru berakhir mengecewakan.

Indonesia mengawali turnamen dengan dua kemenangan meyakinkan. Kamboja dikalahkan 5-1, sedangkan Timor Leste dihantam 3-0. Dua kemenangan tersebut membuat peluang Indonesia untuk mencapai semifinal terbuka lebar.

Masalah muncul pada dua pertandingan berikutnya. Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor. Setelah itu, Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar.

Hasil tersebut membuat Indonesia gagal melaju ke semifinal. Kegagalan itu menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Herdman setelah tujuh bulan menangani tim nasional.

Meski demikian, Herdman tidak kehilangan optimisme. Ia menilai para pemain telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang turnamen meski hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

Kini, Herdman memiliki kesempatan untuk memperbaiki kekurangan tersebut melalui FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober.

Turnamen tersebut menjadi momentum penting karena pemain domestik dan internasional Indonesia diharapkan dapat tersedia secara bersamaan. Kondisi tersebut memberikan Herdman peluang untuk membentuk komposisi yang lebih kuat.

Dengan catatan lima kemenangan dari delapan pertandingan, Herdman memang telah menunjukkan fondasi yang cukup menjanjikan. Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan statistik positif.

Herdman harus membuktikan bahwa Timnas Indonesia mampu tampil konsisten dalam pertandingan penting dan mengubah performa menjadi prestasi. FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi panggung berikutnya untuk menjawab apakah era Herdman benar-benar mampu membawa Garuda naik ke level yang lebih tinggi.

 

    Terbaru

    Terkait