Sportify.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menerima Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) di Graha Kemenpora, Senin (7/8/2023).
Pada kunjungan tersebut, Menpora Dito menerima penyampaian PB Persani perihal venue tempat pelatihan atau training center untuk para atlet gimnastik.
Rombongan PB Persani yang dipimpin ketua umum Ita Yuliati menyampaikan kepada Menpora Dito perihal hasil dari tes Sekolah Keolahragaan (SKO) Kemenpora. Diketahui, terdapat beberapa atlet muda gimnastik yang sudah lolos tes tersebut.
Namun PB Persani belum berani mensosialisasikannya kepada para pelatih dan orang tua karena PB Persani belum yakin dan belum tahu bagaimana kelanjutan program ini dan saat ini PB Persani tidak memiliki tempat untuk latihan.
Menpora Dito Ariotedjo menyatakan kalau saat ini tengah dibangun pusat pelatihan hall gimnastik di daerah Cibubur. Namun pembangunannya diperkirakan baru selesai dua tahun mendatang.
"Kalau menunggu Cibubur kan lama, karena masih dua tahun lagi. Jadi kita bisa bikin dua opsi tempat latihan sementara," jelas Menpora Dito Ariotedjo.
Menpora memberikan dua opsi terkait pusat latihan, yang pertama PB Persani mengajukan lokasi atau peralatan yang diperlukan secara minimal untuk berlatih. Opsi kedua, pengajuan lokasi dan peralatan yang dibutuhkan secara ideal untuk berlatih.
"Silakan dari PB Persani segera mengajukan. Kalau untuk training center insyaallah kami bisa membantu," tutur Menpora Dito Ariotedjo.
Ketua Umum PB Persani Ita Yuliati menjelaskan terkait tempat berlatih, untuk sementara ini alternatif yang diberikan kepada PB Persani apakah bisa bekerja sama dengan Ragunan yang saat ini digunakan untuk Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) atau Pengprov yang bisa menyediakan tempatnya. Di luar dua alternatif tersebut, pihaknya juga berencana bekerja sama dengan swasta.
"Misalnya ada swasta yang bisa meminjamkan hall-nya. Kan di sini banyak klub gimnastik ya. Mungkin saja mereka bisa meminjamkan ke kami asalkan waktu dan programnya jelas," jelas Ita Yuliati.
Ita Yuliati mengatakan dalam seleksi SKO (Sekolah Keolahragaan) yang berjalan cukup panjang dengan beberapa tes seperti tes psikologi, tes kemampuan dan tes fisik, dari 12 atlet gimnastik yang mengikuti seleksi.
Empat atlet gimnastik lolos tim independen, keputusan 7 atlet yang lolos akhir.