Sportify.id - Kepulangan para pahlawan kontingen Indonesia yang sudah mengharumkan Merah Putih pada ajang Internasional Asian Para Games (AiPG) Hangzhou 2022.
Kepulangan para atlet para-games disambut sorak-sorai masyarakat dan keluarga atlet yang telah menanti di terminal kedatangan Internasional Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (29/30/2023).
Sebanyak 266 orang yang tergabung dalam Kontingen Indonesia terbang dari Bandara International Xiaoshan, Hangzhou, China, pukul 11.00 waktu setempat dan menempuh waktu perjalanan sekitar 5,5 jam.
Menpora, Dito Ariotedjo, Chef de Missiion (CdM) Indonesia Angela Tanoesoedibjo, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun juga turut menyambut kedatangan para pahlawan Indonesia.
Tidak hanya itu, Bupati Karanganyar Juliatmono juga turut menyambut langsung kedatangan pahlawan olah raga Indonesia itu setelah mereka berjuang dan meraih prestasi dalam Asian Para Games (AiPG) Hangzhou 2022.
CdM Indonesia Angela Tanoeseodibjo memberikan apresiasi kepada para atlet Indonesia dalam gelaran AiPG Hangzhou 2022 yang berhasil melampaui target.
"Kami bersyukur kontingen Indonesia dapat kembali ke tanah air dalam kondisi yang baik dan sehat,” kata Angela.
Kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan 29 medali emas, 30 medali perak dan 36 medali perunggu.
Tidak hanya melebihi target, kontingen Indonesia juga berhasil memecahkan 13 rekor yakni 8 rekor AiPG, tiga rekor asia dan dua rekor dunia.
"Kami bisa mencapai peringkat enam, ini merupakan prestasi tertinggi bagi negara Asia Tenggara sekaligus merupakan suatu kebanggaan yang patut kita syukuri. Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas dukungan penuh kepada kami," lanjut Angela.
Menpora Dito Ariotedjo juga menyampaikan pujian kepada kontingen Indonesia yang telah mencatatkan prestasi impresif dalam gelaran AiPG Hangzhou 2022.
"Hasil bagus ini menandakan apa yang diprogramkan jangka panjang oleh NPC Indonesia terkait pelatnas dan persiapan lain, memberikan nafas baru untuk masa depan NPC Indonesia dan atlet disabilitas," ucap Dito.
Dengan hasil yang sangat membanggakan ini, pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk lebih inklusif terutama dalam pengembangan olahraga untuk atlet disabilitas.