Sportify.id - Luar biasa! Tim Basket Putra kembali lolos final di ASEAN School Games (ASG). Pada pelaksanaan ASG tahun ini, Tim Basket Putra ke final usai kalahkan Singapura 64-55 di Da Nang, Vietnam, Rabu sore (5/6).
Kesuksesan Tim Basket Putra ini mengulang momen pada ASG 2019. Kala itu, mereka di final juga menantang Filipina.
Dengan melawan tim yang sama di final, serasa Tim Basket Putra Deja Vu final ASG 2019 saat tampil di Da Nang tahun ini.
“Iya, kita berasa Deja Vu ASG 2019 karena di final tahun ini melawan Filipina lagi. Saya berterima kasih kepada pemain yang telah bermain baik dan keluar dari situasi sulit di dia kuarter awal,” jelas Pelatih Tim Basket Putra Rifki Antolyon.
Menurut Rifki, para pemain tampil kurang baik di awal pertandingan. Mereka kesulitan mengembangkan permainan karena bermain dalam tekanan Singapura.
“Anak-anak bermain berasa seperti dalam tekanan di awal. Tidak bisa bermain lepas. Berat, terutama saat defense,” ungkap Rifki.
Para pemain juga tidak bisa fokus. Sering buru-buru saat offense.
Kemudian, sistem zone yang dibuat Singapura sulit ditembus para pemain. Situasi itu membuat kepercayaan diri pemain turun.
Melihat pemainnya kesulitan hadapi permainan Singapura, Rifki kemudian mengambil inisiatif untuk melakukan perubahan strategi memasuki kuarter ketiga.
“Kuarter ketiga saya ubah sistem agar pemain keluar tekanan. Kemudian pemain muncul rasa percaya diri. Sehingga kita bisa leading pada kuarter ketiga,” ujar Rifki.
Rifki berharap, situasi yang kurang bagus di semi final tidak kembali terulang lagi. Saat ini, dirinya siapkan para pemain untuk hadapi partai final yang akan digelar Jumat mendatang (7/6).
Manajer Tim Basket Putra ASG 2024 Alfa Hari Kusumanegara mengatakan bahwa para pemain sempat kesulitan di tiga kuarter awal. Mereka baru bisa bangkit keluar dari tekanan di kuarter akhir pertandingan.
“Pertandingan berjalan lambat pada 2 kuarter pertama, bahkan di kuarter ketiga kita sempat tertinggal 10 poin. Alhamdulillah akhirnya kita menemukan komposisi terbaik dengan membalik keadaan dan unggul 8 poin,” ujar Alfa.
Momen kembangkitan Tim Basket Putra terjadi saat masuknya Justin Patrick Alex, Fakhri Putra, Halmaheranno Aprianto, dan Adante Daud. Keberadaan mereka membuat Singapore kelabakan.
“Singapura gantian tertekan dengan deffense yang kita lakukan. Hingga mereka membuat 0 poin dan 6 turn over,” ujar Alfa.
“Sekarang kita bersiap untuk menghadapi Filipina lusa. Terima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia di mana pun berada sehingga kami bisa melaju sampai sejauh ini. Mohon Doa dan restunya semua semoga kita bisa akhiri ASG tahun ini dengan menjadi juara,” tukasnya