Badan Tim Nasional (BTN) PP Perbasi (Credit: PP Perbasi)

BTN Perbasi Bangga Perjuangan Timnas Basket Berujung Sejarah

JAKARTA - Keberhasilan Timnas Bolabasket 5x5 Putra mencetak sejarah tidak bisa dilepaskan dari peran Badan Tim Nasional (BTN) PP Perbasi. Ketua BTN Syailendra Bakrie beserta tim BTN dibawah bimbingan anggota Central Board FIBA Erick Thohir menyiapkan program untuk kemudian dieksekusi masing-masing timnas. Sehingga pembentukan timnas menjadi maksimal. Timnas Putra mencetak sejarah meraih emas di SEA Games XXXI Hanoi, Vietnam.

Timnas Bolabasket 5x5 Putra sukses menyabet emas usai mengalahkan Filipina pada laga pamungkas 22 Mei lalu. Bertempat di Thanh Tri Gymnasium, Filipina dihajar 85-81. Kemenangan yang menyempurnakan catatan sebelumnya karena timnas menghajar semua lawan, mulai dari Malaysia ditaklukkan 95-92, lalu kalahkan Thailand 78-75, atasi Kamboja 94-44, hempaskan Singapura 91-61, dan menekuk Vietnam 94-67.

"Kami senang karena apa yang dilakukan selama ini mendapatkan hasil yang membanggakan. Bahkan mencetak sejarah untuk bolabasket nasional. Emas pertama sejak Indonesia ikut serta di SEA Games pada 1977," jelas Ketua BTN Syailendra Bakrie.

Pria yang karib disapa Eda ini mengapresiasi semangat juang para pemain. Mereka tanpa lelah terus berlalu dan menekan lawan untuk mempersembahkan kemenangan demi kemenangan untuk Indonesia. Konsentrasi mereka juga layak diacungi jempol karena selalu bisa menyelesaikan masalah di lapangan yang  berujung pada senyuman untuk semua.

Demikian juga dengan pelatih. Racikan strategi Pelatih Kepala Milos Pejic dan direktur teknis Rajtko Toromon juga menjadi mujarab karena adanya kesepahaman dengan pemain. Manajer Jeremy Imanuel dan wakil manager Ferry Jufri juga luar biasa memberikan support atas kinerja tim.

"Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa dari semua pihak. Mulai pemain, pelatih, manajemen, juga ofisial tim dan semua pengurus BTN. Semua telah menjalankan fungsinya dengan baik sehingga basket kita bisa menunjukkan kelasnya di SEA Games Hanoi," ujarnya.

Eda berpesan, di tengah euforia kesuksesan timnas mencetak sejarah semua tetap harus menginjak bumi. Tetap harus bekerja keras menatap ke depan. Apalagi masih ada tantangan yang harus ditaklukkan. Salah satunya FIBA Asia Cup Juli nanti.

"Pak Erick Thohir berpesan kesaya bahwa Kerja keras dan kerja sama tim harus terus dipupuk dan dijaga untuk menatap kejuaraan yang lebih besar ke depan. Jangan lupa, Juli nanti ada FIBA Asia Cup. Tugas yang tidak ringan karena kita harus menembus delapan besar untuk bisa tampil di FIBA World Cup 2023,"

Eda juga menyebut, Timnas Bolabasket Putri harus menjaga potensi yang dimiliki. Tim asuhan Lin Chi Wen telah menunjukkan kualitas yang luar biasa selama SEA Games Hanoi. Mereka menyabet perak rasa emas. Ini karena perolehan poin mereka sama dengan Filipina yang meraih emas. Sama-sama sekali kalah dengan koleksi sembilan poin.

Begitu juga dengan kategori 3x3. Eda menyebut, capaian Timnas Bolabasket 3x3 Putri layak diapresiasi. Mereka muncul sebagai kekuatan baru dengan menyabet perunggu. Capaian ini menunjukkan progres luar biasa karena pada SEA Games sebelumnya mereka hanya sampai penyusihan grup.

Demikian juga dengan 3x3 Putra. Mereka memang belum bisa mengulang momen pada SEA Games 2019 Manila. Saat itu, mereka meraih perak. Meski di Hanoi menempati posisi keempat, mereka tetap layak diapresiasi karena telah berjuang maksimal untuk negara.

"Mari kita jaga yang sudah kita raih, dengan memaksimalkan waktu yang ada kemudian menaikkan level permainan agar mendapatkan capaian lebih baik ke depannya," ujarnya. 

    Terbaru

    Terkait