Sportify.id - Prancis berhasil menutup laga di Grup H dengan kemenangan usai mengalahkan wakil Asia Lebanon dalam pertasndingn yang berlangsung ketat. Bermain tanpa Rudy Gobert Prancis dengan susah payah menang atas Lebanon 85-79 dalam laga yang berlangsun di Indonesia Arena, Selasa (29/8/2023).
Lebanon tampil mengejutkan di kuarter pertsama dengan bermain offensive serta kerjasama yang baik sehingga mampu mengimbangi Prancis. Dengan di motori Wael Arakji, Karim Zeinoun dan Ali Haidar yang tampil sebagai starter Lebanon berhasil unggul di awal-awal laga sampai pertengahan kuarter pertama tim asuhan pelatih Jad El Haj unggul 14-9.
Prancis berusaha bangkit dengan Guerschon Yabusele, Evan Fournier, Evan Fournier dan Yakuba Quattaran bekerjasama untuk mengejar poin.
Prancis akhirnya mampu mendekatkan poin Lebanon yang berhasil menambah dua poin dipenghujung kuarter pertama lewat sebuah lay-up Sergio El Darwich. Kuarter pertama Lebanon unggul atas Prancis 20-19.
Kuarter kedua pertandingan berjalan dengan ketat kedua tim saling berupaya membuat poin, sampai dipertengahan kuarter kedua Lebanon masih unggul ats Prancis , sebuah shot dari Wael Arakji membuat Lebanon unggul atas Prancis 33-25.
Sebuah steal dari Sergio El Darwich yang kemudian memberikan asist kepada Karim Zeinoun membuat Lebanon menjauh atas Prancis 35-25. Perlahan Prancis mulai menemukan ritme permainan dan berhasil menguasai pertandingan.
Guerschon Yabusele dan Nicolas Batum berhasil mendulang poin untuk timnya sehingga diakhir kuarter kedua atau halftime prancis berbalik unggul atas Lebanon dengan poin tipis 38-37.
setelah jeda laga berjalan dengan sengit dan ketat, kedua tim berusaha untuk membuat poin dan juga berusaha untuk bertahan dengan baik agar tidak banyak pin dibuat oleh lawan.
Keja mengejar angka terjadi dikuarter ketiga antara Lebanon dengan Prancis, Wael Arakji dari Lebanon beberapa kali membuat poin dan juga memberi ruang bagi rekannya untuk membuat poin sementara Guerschon Yabusele dari Prancis juga beberapa kali membuat poin. kuarter ketiga ini Lebanoon kembali unggul tipis atas Prancis dengan 59-58.
Kuarter keempat, Prancis langsung meraih dua poin dan kemudian dibalas oleh sebuah drive dari Wael arakji berhasil membuat Lebanon unggul 61-60. Prancis berhasil unggul di kuarter terakhir ini dengan unggul atas Lebanon 82-74 di sisa 1 menit 40 detik tapi sebuah three.
Poin shot dari Amir Saoud membuat Lebanon menipiskan poin menjadi 82-79. Prancis memanfaatkan sia pertandingan dengan menjaga pertahanannya dengan baik dan memancing pemain Lebanon untuk keluar dan tersisa 30 detik sebuah three poin shot dariNicolas batum membuat Prancis unggul 85-79. Lebanon berusaha membuat poin tapi berhasil digagalkan dan pertandingan berakhir untuk kemenangan Prancis.
Pemain Lebanon Wael Arakji tampil terbaik untuk timnya dengan membuat 29 poin (foto:FIBAWorldCup2023)
Pelatih Lebanon Jad El Haj bangga dengan apa yang ditampilkan oleh anak asuhnya.
"Saya bangga dengan para pemain saya. Hari ini kami berjuang lagi. Kami memimpin pertandingan selama 20 hingga 25 menit. Pada akhirnya kami melakukan beberapa kesalahan seperti melepaskan offensive rebound dan transisi, dan mereka menghukum kami. Yang terpenting adalah kami berada di jalur yang benar. Ini adalah karakter yang kami sukai. Inilah Lebanon! Semoga kami mulai meraih beberapa kemenangan dalam dua pertandingan mendatang." kata Jad El Haj.'
Sementara bintang tim Lebanon Wael Arakji menyanyangkan kekalahan timnya karena sebenarnya mereka memiliki peluang untuk mengalahkan Prancis.
"Sangat disayangkan kami kalah. Kami memiliki peluang untuk menaklukkan tim yang sangat tangguh. Meskipun mereka kehilangan beberapa pemain utama. Bermain melawan Batum, Fournier, Nando, Yabusele, semua pemain Prancis yang sangat kami hormati, adalah sebuah kehormatan. Saya pikir kami sempat mengungguli mereka, tetapi mereka memiliki begitu banyak pengalaman dan mereka tahu bagaimana cara menyelesaikan pertandingan." ucap Wael Arakji.
Pelatih Prancis Vincent Collet menegaskan kekecewaan tersingkir dari FIBA World Cup masih ada tapi apa yang kami tunjukan dalam laga menunjukkan kami masih ada.
"Ini tidak mudah bagi kami. Kekecewaan akan tersingkirnya kami masih ada. Apa yang harus kami lakukan sekarang adalah menunjukkan sesuatu yang lebih baik. Saya pikir kami melakukannya di babak kedua dengan komitmen nyata dari para pemain. Kami bermain tanpa pemain-pemain besar kami. Guerschon harus bermain di posisi 5 sepanjang pertandingan dan kami kalah postur. Dua pertandingan terakhir akan sulit. Saya tidak tahu apakah kami akan memiliki pemain-pemain besar kami yang akan kembali, tetapi saya harap kami dapat menunjukkan hasrat ini." kata Vincent Collet.
Senada dengan pelatih, Guerschon Yabusele meniai Lebanon memberikan permainan yang ketat dan apa yang diperjuangkan berby=uah kemenangan.
"Kami ingin berterima kasih kepada Lebanon. Mereka bermain sangat keras. Itu pertandingan yang sulit bagi kami. Sangat penting bagi kami untuk meraih kemenangan, untuk keluar dari fase buruk yang kami alami. Saya pikir hasilnya tidak penting, karena kami telah berjuang hari ini. Kunci bagi kami adalah untuk tetap bersama dan mengakhiri turnamen dengan baik. Kami hanya perlu kembali, beristirahat dan bersiap-siap untuk pertandingan berikutnya." tegas Guerschon Yabusele.
Prancis mengakhiri fase grup dengan berada di urutan ketiga Grup H dengan sekali meraih kemenangan dan dua kali menderita kekalahan sementara Lebanon di posisi terakhir Grup H dengan tiga kekalahan.