FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2024 Division A (Foto: PERBASI)

Perjuangan di FIBA U-18 Women’s Asia Cup Usai, Manajer: Pemain Sudah Berjuang Maksimal

Sportify.id - Timnas Basket U-18 Putri sudah mengeluarkan kemampuan maksimal selama berjuang di FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2024 Division A.

Manajer Timnas Basket U-18 Putri Dedy Setiawan menjelaskan bahwa apresiasi tetap harus diberikan kepada pemain yang telah kerahkan semua kemampuan di ajang ini.

Mengingat, sejak penyisihan Grup memang lawan Indonesia berat. Di fase Grup, Indonesia harus meladeni permainan ketat dari tuan rumah China, Jepang, dan Selandia Baru.

“Terima kasih atas perjuangan para pemain di lapangan. Mereka sudah mengeluarkan kemampuan maksimal. Yang pasti, banyak pelajaran yang kita petik dari turnamen ini,” tegas Dedy.

“Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia selama perjuangan kami di China. Untuk selanjutnya bagaimana ke depannya tim ini, kami serahkan ke federasi,” lanjutnya.

Sementara Pelatih Timnas Basket U-18 Putri Bambang Asdianto Pribadi langsung pasang badan usai anak asuhnya takluk 67-66 kepada Malaysia pada laga pamungkas FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2024 Division A.

Ini karena kekalahan atas Malaysia pada laga perebutan peringkat 7-8 itu membuat Timnas Basket U-18 Putri harus turun dari Divisi A. Ekosistem yang beberapa tahun terakhir menjadi tempat pebasket muda Indonesia beraksi di kelompok umur U-18 Putri level Asia.

“Benar, kembali ke Divisi B. Saya yang bertanggung jawab atas kekalahan ini,” tegas Coach Bambang.

Kekalahan atas Malaysia ini di luar prediksi. Ini karena Malaysia sebelumnya menjadi lumbung poin bagi Indonesia saat ketemu di SEABA U-18 Putri yang berlangsung di Thailand pada 24 Mei 2024.

Saat itu, Nathania Nicole Sasongko dkk mengalahkan Malaysia dengan skor 57-46. Kemenangan yang diraih kala itu, Indonesia tidak diperkuat beberapa pemain andalan.

Pemain andalan Indonesia itu adalah Maxine Sutisna, dan si kembar Justine Eunice Prajitno, Jasmine Eunice Prajitno. Lalu Evangeline Clarissa Djohan.

Namun di saat komposisi pemain lebih baik, kenapa Indonesia justru kalah atas Malaysia dalam laga di China ini?

“Field Goal (FG) menjadi kendala terbesar. Masalahnya adalah bisa jadi pemain ragu-ragu dalam mengambil keputusan, terutama dalam menembak,” terang Bambang.

Jika melihat statistik, persentase field goal pemain memang kurang bagus. Hanya mampu memaksimalkan 31.3 persen saja setelah sukses eksekusi 25 dari total 80 tembakan yang dilepaskan.

    Terbaru

    Terkait