Kejurnas Shokaido 2022 diikuti 900 karateka dari 16 provinsi. (Credit: Istimewa)

Kejurnas Shokaido 2022, Ajang Seleksi Karateka ke Pentas Dunia

Depok - Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Shokaido 2022 resmi dibuka, Sabtu (24/9/2022).

Kejurnas yang digelar selama dua hari di GOR Kartika, Komplek Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, diikuti 900 karateka dari 16 provinsi yang bertarung pada kategori kata (seni) dan kumite (tarung).

Kejurnas yang memperebutkan Piala Ketua MPR ini digelar sebagai ajang seleksi karateka nasional menuju ke pentas dunia.

Nantinya, para pemenang akan dipersiapkan tampil di Kejuaraan Dunia Shotokan Karate-Do International Federation (SKIF) di Tokyo, 2023 mendatang.

Namun sebelum itu, karateka terbaik di Kejurnas Shokaido 2022 akan dikirimkan terlebih dahulu ke Kejurnas FORKI di Padang, Sumatera Barat, 5-8 Oktober 2022.

"Untuk ikut kejurnas FORKI di Padang, tentu kita akan ambil para juara 1. Namun kita akan teliti lagi untuk meraih peluang mendapat medali," kata Rocky Pesik selaku Ketua Pelaksana Kejurnas Shokaido 2022.

"Setelah Padang, kami memiliki target untuk mengikuti kejuaraan dunia SKIF di Tokyo. Terakhir kami mengirimkan atlet di SKIF pada 2018 sebanyak 15 orang di Ceko dan kami meraih dua medali emas, satu perunggu."

"Harapan kami dengan ikut di kejuaraan dunia di Tokyo nanti minimal kita bisa mempertahankan jumlah medali dan kalau bisa kami tingkatkan lebih dari dua emas," tutur Rocky.

Seperti diketahui, Kejurnas Shokaido kembali digelar di tahun ini setelah sebelumnya vakum akibat pandemi Covid-19. Terakhir kali Kejurnas Shokaido menggelar pertandingan pada 2018 lalu.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap Kejurnas ini dapat melahirkan karateka Shokaido yang bisa bersaing di level internasional.

Dia pun menyampaikan para karateka bisa terus menjaga semangat tanding dan sportivitas apapun hasil yang didapatkan dari Kejurnas Shokaido 2022.

"Menang-kalah bukan utama. Kalian harus tetap bangga karena telah berada di sini. Kalian sebagai karatedo seperti merebus air. Harus terus dipanaskan. Jangan sampai dingin, karena tidak akan ada gunanya kalau sudah dingin," ujar pria yang karib disapa Bamsoet.

"Selamat bertanding, kita bangga melihat anak-anak kita terus semangat," tutur Bamsoet yang pada kesempatan itu turut mendapat penghargaan Sabuk DAN VI dari Perguruan Shokaido.

    Terbaru

    Terkait