Tabanan, Bali (23/4) - Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di SMAN 1 Marga, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (22/4). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI yang fokus untuk mengedukasi gizi ke masyarakat.
Kegiatan sosialisasi di Desa Kuwum dihadiri oleh unsur legislatif pusat dan daerah, perwakilan BGN, hingga ratusan masyarakat. Acara sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan implementasi program MBG.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menegaskan bahwa kebijakan gizi nasional harus hadir nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. Ia menekankan bahwa penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan program.
“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ucap Charles Honoris melalui video daring.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran aktif Badan Gizi Nasional tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai motor edukasi gizi nasional. Menurutnya, BGN harus menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari pola konsumsi tidak sehat, termasuk maraknya makanan ultra-proses.
“BGN harus lebih aktif dan strategis dalam memastikan kebijakan gizi benar-benar menjangkau masyarakat. Edukasi kepada orang tua juga sangat penting agar anak-anak terbiasa dengan pola makan sehat sejak dini,” tegasnya.
Program MBG mengacu pada empat standar utama, yakni kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, standar higienitas, serta keamanan pangan. Program strategis nasional ini menyasar pada empat kelompok penerima manfaat yakni peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program MBG hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan gizi nasional, seperti tingginya angka stunting, anemia, serta ketimpangan akses terhadap pangan bergizi yang masih terjadi di berbagai daerah.
Kegiatan sosialisasi ini menegaskan komitmen bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan pemerintah dalam mendorong pemenuhan gizi yang lebih merata, memperkuat edukasi masyarakat, serta mendukung pembangunan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.