Bogor, Jawa Barat (20/4) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) sukses digelar di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, pada Minggu, (19/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait urgensi pemenuhan gizi sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut.
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Program MBG memiliki cakupan manfaat yang luas dan menyasar berbagai kelompok rentan.
“Program MBG ini memiliki beberapa target utama dan dampak turunan yang signifikan. Penerima manfaatnya luas, tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, sehingga perlindungan gizi dapat dilakukan sepanjang siklus hidup manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa implementasi program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat. “Program ini mewajibkan bahan pangan diambil dari lingkungan sekitar satuan layanan atau SPPG. Hal ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan pemberdayaan sumber daya manusia di daerah,” tambahnya.
Dalam konteks kesehatan masyarakat, Achmad Ru’yat juga menekankan pentingnya MBG sebagai langkah konkret dalam menekan angka stunting. “Program ini diyakini menjadi salah satu upaya pencegahan stunting. Fokus utama adalah memberikan asupan nutrisi berkualitas guna memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang tanpa kendala, baik secara fisik maupun kognitif,” tegasnya.
Permasalahan seperti pola konsumsi makanan yang tidak sehat hingga faktor lingkungan dinilai masih menjadi pemicu utama gangguan pertumbuhan. Oleh karena itu, sosialisasi program seperti MBG dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gizi seimbang.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan sehat dan berperan aktif dalam mendukung keberhasilan Program MBG. Dengan sinergi berbagai pihak, program ini diyakini mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.