Luka Modric. Foto: Pinterest.

AC Milan Punya Modal Baru: Modric dan Pulisic Jadi Kunci Perubahan Permainan

Sportify.id - AC Milan mulai menemukan kembali keseimbangan permainan setelah meraih kemenangan 3-0 atas Lecce pada giornata kelima Serie A 2026/2027. Selain mengamankan tiga poin, kemenangan di San Siro, Senin (21/9) dini hari WIB, memperlihatkan bagaimana pengalaman Luka Modric dan kreativitas Christian Pulisic dapat menjadi bagian penting dari permainan Rossoneri.

Kemenangan tersebut menjadi respons Milan setelah sebelumnya menelan kekalahan 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Ruben Amorim melakukan sejumlah penyesuaian dan kembali memberikan kepercayaan kepada beberapa pemain penting, termasuk Modric serta Pulisic.

Dari sisi hasil, Milan memang tampil dominan. Rossoneri mencetak tiga gol melalui Pulisic pada menit ke-14, Adrien Rabiot menit ke-61, dan Diego Moreira menit ke-73. Penguasaan bola Milan juga mencapai 67 persen, menunjukkan bahwa tim tuan rumah mampu mengendalikan pertandingan dengan lebih baik.

Namun, angle menarik dari pertandingan tersebut bukan hanya kemenangan, melainkan perubahan fungsi beberapa pemain. Modric kembali memperlihatkan kemampuannya dalam mengatur tempo permainan. Pada usia 41 tahun, gelandang Kroasia itu menghadapi tuntutan fisik yang berbeda dibandingkan pemain lain. Karena itu, pemanfaatan pengalamannya menjadi salah satu aspek penting dalam sistem Amorim.

Sementara itu, Pulisic memberikan dimensi berbeda dari lini depan. Setelah sebelumnya lebih banyak tampil sebagai pemain pengganti karena proses pemulihan cedera, pemain Amerika Serikat tersebut kembali menjadi starter dan langsung mencetak gol. Ia juga terlibat dalam proses terciptanya gol kedua Milan melalui kombinasi serangan bersama Rabiot.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Milan tidak hanya membutuhkan pemain dengan kemampuan individu, tetapi juga pemain yang mampu mengontrol ritme pertandingan. Modric berperan dalam sirkulasi bola, sedangkan Pulisic memberikan ancaman di area depan.

Bagi Amorim, pertandingan melawan Lecce dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan komposisi terbaik setelah jeda internasional. Milan membutuhkan konsistensi karena jadwal kompetisi akan kembali padat.

 

    Terbaru

    Terkait