Sportify.id - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, tak kuasa menyembunyikan haru dalam sesi konferensi pers pascapertandingan usai timnya menang dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Usai pertandingan, Scaloni cukup emosional hingga membuat matanya berkaca-kaca.
Scaloni cukup emosional berkat perjuangan anak asuhnya yang tak kenal lelah meski tertinggal dua gol dari Mesir. Dilaga ini Argentina berada di ambang tersingkir setelah tertinggal dua gol hingga menit ke-79. Scaloni mengaku momen seperti inilah yang membuatnya terus mencintai sepak bola, dan menilai sebagian besar pelatih yang pernah menjadi pemain memilih profesi ini karena hari-hari penuh emosi dan adrenalin semacam ini.
Ia mengaku tidak pernah merasa laga sudah lepas dari genggaman timnya, meski tertinggal dua gol. Menurutnya, timnya tetap menciptakan peluang dan tidak bermain buruk sepanjang laga. Ia bahkan menyebut penampilan Argentina kali ini lebih baik dibanding saat melawan Cape Verde di babak sebelumnya.
Momen paling emosional Scaloni pecah setelah wasit meniup peluit panjang, di mana ia terlihat menangis di pinggir lapangan bersama para pemainnya. Scaloni menangis di ruang ganti setelah Argentina comeback dan menyingkirkan Mesir hingga diledek para pemain dengan julukan "crybaby".
Ia menegaskan faktor mental menjadi penentu utama. "Sepak bola memang bicara soal taktik dan strategi, tetapi juga tentang hati. Kami selalu siap menghadapi situasi sesulit apa pun," ungkap pelatih berusia 48 tahun tersebut.
Scaloni menyebut Messi bisa saja terpuruk usai gagal penalti, namun sang kapten selalu ingin mencoba lagi, dan hal itulah yang membuatnya merinding. Kemenangan ini menjadi modal penting Argentina menatap laga perempat final melawan Swiss di Kansas City pada 12 Juli 2026 mendatang.