Arsenal saat menjuarai Premier League 2025/26. (Foto: Pinterest)

Arsenal dan Luka Final Liga Champions: Misi Eropa Jadi Target yang Belum Tuntas

Sportify.id - Arsenal menghadapi musim 2026/2027 dengan dua target besar yang berjalan beriringan. Di satu sisi, The Gunners ingin mempertahankan gelar Premier League yang mereka raih musim lalu. Di sisi lain, klub London Utara tersebut memiliki pekerjaan rumah yang belum selesai di Liga Champions setelah gagal menjadi juara pada musim sebelumnya.

Arsenal memasuki musim baru dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara Premier League. Namun, keberhasilan domestik tersebut belum membuat ambisi klub berhenti. Liga Champions tetap menjadi salah satu tujuan utama yang ingin diwujudkan Mikel Arteta bersama skuadnya.

Musim lalu Arsenal sebenarnya berhasil melangkah jauh di kompetisi elite Eropa tersebut. Mereka mampu mencapai final, tetapi harus mengalami kekecewaan setelah kalah dari Paris Saint-Germain melalui drama adu penalti.

Kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi Arsenal. Mereka telah membuktikan mampu bersaing hingga tahap akhir, tetapi masih membutuhkan satu langkah terakhir untuk mengangkat trofi.

Situasi itu membuat Liga Champions musim baru memiliki arti lebih besar. Arsenal tidak lagi sekadar ingin menunjukkan perkembangan di Eropa. Mereka memiliki target untuk mengubah kemajuan tersebut menjadi gelar.

Tantangan tentu tidak mudah. PSG masih menjadi salah satu kekuatan yang harus diperhitungkan, sementara Bayern Munchen, Barcelona, dan Real Madrid juga memiliki kualitas untuk bersaing hingga fase akhir.

Karena itu, Arsenal membutuhkan skuad yang lebih dalam. Aktivitas transfer menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Bruno Guimaraes menjadi salah satu rekrutan utama. Gelandang asal Brasil itu didatangkan dari Newcastle dengan nilai sekitar 101 juta dolar AS. Kehadirannya memberikan opsi baru bagi Arteta untuk mengatur keseimbangan lini tengah bersama Declan Rice.

Arsenal juga mempermanenkan Piero Hincapie serta mendatangkan Christos Tzolis dan Illan Meslier. Penambahan tersebut memperlihatkan bahwa klub tidak hanya mengandalkan skuad lama untuk menghadapi musim yang padat.

Kedalaman pemain sangat dibutuhkan karena Arsenal harus bertarung di berbagai kompetisi. Jadwal Premier League yang panjang akan berjalan bersamaan dengan tuntutan Liga Champions.

Arteta juga harus menjaga kebugaran dan konsistensi pemain. Kegagalan di salah satu kompetisi tidak boleh mengganggu target lainnya.

Bagi Arsenal, Liga Champions menjadi simbol ambisi yang lebih besar. Gelar Premier League membuktikan bahwa mereka telah kembali ke puncak sepak bola Inggris. Namun, trofi Eropa akan menjadi bukti bahwa Arsenal mampu berkembang menjadi kekuatan yang diperhitungkan di level kontinental.

Musim 2026/2027 akhirnya menjadi kesempatan bagi Arteta dan para pemainnya untuk menghapus luka final musim lalu. Jika berhasil, Arsenal bukan hanya mempertahankan status sebagai juara Inggris, tetapi juga membuka sejarah baru di Eropa.

 

    Terbaru

    Terkait