Sportify.id - Performa Sassuolo setelah absennya Jay Idzes memberikan gambaran mengenai pentingnya bek tengah dalam menjaga keseimbangan tim. Kapten Timnas Indonesia itu terpaksa harus menepi karena cedera paha kiri, setelah itu klubnya tampak kesulitan mendapatkan kemenangan di Serie A.
Kondisi tersebut dapat dilihat dari Sassuolo yang sulit menang semenjak Jay mengalami cedera. Sassuolo belum menang lagi dalam tiga pertandingan liga tanpa Idzes. Sassuolo menelan kekalahan dari Monza, bermain imbang melawan AC Milan, dan kembali kalah ketika menghadapi Frosinone.
Idzes benar-benar menjadi figur utama karena perannya cukup krusial dilini belakang Sassuolo. Namun, pelajaran dari situasi tersebut juga relevan bagi para pemain bertahan lain yang dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan.
Mantan pemain Venezia itu adalah salah satu bek tengah modern yang tidak hanya bertugas melakukan tekel atau menyapu bola namun juga diandalkan dalam mengendalikan permainan. Mereka perlu membaca pergerakan lawan, mengatur posisi rekan setim, menjaga garis pertahanan, dan membantu membangun serangan dari belakang.
Pengaruh absennya Idzes menjadi perhatian sejak ia mengalami cedera pada pertandingan melawan Juventus pada September 2026. Dampaknya kemudian terlihat dalam rangkaian pertandingan Sassuolo pada bulan berikutnya.
Sassuolo harus membangun organisasi pertahanan yang tidak hanya bergantung pada seorang pemain. Bek pengganti harus memiliki pemahaman taktik yang memadai, sementara gelandang bertahan juga perlu membantu melindungi area di depan pertahanan.
Meski demikian, rangkaian hasil Sassuolo tidak membuktikan bahwa Idzes sendirian menjadi penentu hasil pertandingan. Untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara kuat, diperlukan analisis lebih luas terhadap kualitas lawan, peluang yang dihadapi, susunan pemain, dan perubahan taktik.