Ragnar dan Sandy Walsh saat membela Timnas Indonesia. (Foto: Pinterest)

Eksodus Pemain Diaspora Pulang Kampung ke Liga Indonesia Tuai Pro Kontra

Sportify.id - Eksodus para pemain diaspora yang pulang kampung ke liga Indonesia menuai pro kontra di Tanah Air. Kepindahan pemain-pemain seperti Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen ke Persib dan Pratama Arhan ke Persija menjadi yang paling disorot mengingat usianya yang masih cukup produktif untuk berkompetisi di level Asia.

Salah satu klub yang sedang jor-joran terhadap perburuan pemain yakni sang juara bertahan Super League, Persib Bandung. Maung Bandung membuat gebrakan di bursa transfer jelang musim 2026/2027 dengan resmi merekrut dua pemain diaspora Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh.

Kedatangan keduanya sontak membuat publik kaget mengingat kedua pemain tersebut sedang berada di masa keemasan sebagai pesepak bola. Merapatnya dua bintang Timnas Indonesia itu juga semakin menambah panjang daftar pemain keturunan yang memilih pulang berkarier di kompetisi domestik menjelang persiapan Piala AFF 2026.

Sandy Walsh, bek berusia 31 tahun, diumumkan sebagai rekrutan anyar Maung Bandung pada 2 Juli 2026. Ia didatangkan dengan cara menebus sisa kontraknya dari klub Liga Thailand, Buriram United, dan diikat kontrak jangka panjang selama tiga tahun hingga 2029.

Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Sandy saat ini berkisar 600 ribu euro atau sekitar Rp12,3 miliar. Manajemen Persib menyebut perekrutan Sandy merupakan rekomendasi langsung dari tim pelatih yang membutuhkan sosok berpengalaman untuk memperkuat lini pertahanan menghadapi jadwal kompetisi ketat musim depan, termasuk kancah Asia.

Selain Sandy, Persib juga mengamankan jasa Ragnar Oratmangoen yang sebelumnya membela klub Belgia, FCV Dender. Kedua pemain ini melengkapi tren besar pemain diaspora yang berbondong-bondong kembali ke Liga 1/Super League dalam setahun terakhir, menyusul nama-nama seperti Jordi Amat (Persija Jakarta), Jens Raven (Bali United), Rafael Struick dan Ivar Jenner (Dewa United), serta Thom Haye yang lebih dulu memperkuat Persib.

Kendati demikian, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai keberadaan pemain diaspora di Super League tetap penting untuk pemerataan standar dan kedalaman skuad..

 

 

Fenomena ini turut menuai sorotan dari kalangan pengamat sepak bola. Pengamat senior Bung Binder mengingatkan agar pemain yang masih berada di usia produktif mempertimbangkan matang-matang keputusan pulang ke Liga Indonesia, karena kompetisi yang lebih kompetitif di Eropa maupun Asia dinilai lebih baik untuk perkembangan teknis dan mental pemain.

 

    Terbaru

    Terkait