Sportify.id - Timnas Jerman gagal meraih kemenangan ketika menghadapi Yunani pada matchday keempat Grup B UEFA Nations League. Meski pertandingan berakhir tanpa gol, pelatih Jurgen Klopp justru memberikan penilaian positif terhadap penampilan anak asuhnya.
Dalam laga yang berlangsung di Toumba Stadium sejatinya Jerman tampil dominan sepanjang pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan tuan rumah.
Berdasarkan statistik, Jerman tercatat menguasai 63 persen penguasaan bola dan menghasilkan 21 peluang. Namun, dominasi tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.
Yunani hanya menciptakan empat percobaan, dengan dua di antaranya mengarah ke gawang. Hasil imbang membuat persaingan Grup B tetap terbuka.
Meski kecewa karena gagal mencetak gol, Klopp melihat sisi positif dari permainan timnya. Ia menilai banyak pemain menunjukkan perkembangan yang membuat persaingan untuk masuk skuad Jerman semakin terbuka.
"Kami melihat banyak sekali pemain tim nasional selama dua pekan ini. Semua orang menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan; semua orang mendapatkan tempatnya," ujar Klopp kepada RTL.
Menurut Klopp, kesempatan selama jeda internasional memberikan ruang bagi pemain untuk membuktikan kualitas. Ia menilai pintu menuju tim utama masih terbuka bagi siapa pun yang mampu memberikan performa terbaik.
"Pintu terbuka untuk semua orang. Terbuka lebar," tegasnya.
Klopp bahkan mengaku terkejut secara positif melihat penampilan Jerman. Ia menilai timnya menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan berbagai penilaian negatif yang sebelumnya muncul.
"Saya sangat puas karena saya tahu dari mana kami berasal. Saya sangat, sangat, sangat terkesan dengan tim ini," katanya.
Masalah utama Jerman berada pada penyelesaian akhir. Tim mampu menciptakan peluang, tetapi tidak mampu mengubah kesempatan tersebut menjadi gol.
Klopp juga menyoroti perubahan tempo permainan setelah memasuki sekitar menit ke-60. Menurutnya, para pemain mulai kehilangan kejernihan dalam pergerakan.
"Kami sedikit kehilangan ketenangan sekitar menit ke-60, sehingga pergerakan kami kehilangan sebagian kejernihannya," ujar Klopp.
Faktor kebugaran juga menjadi pertimbangan karena Jerman hanya memiliki jeda tiga hari dari pertandingan sebelumnya.
Meski demikian, Klopp tetap memuji pressing balik atau counterpressing timnya. Menurut dia, mekanisme tersebut berjalan sangat baik hampir sepanjang pertandingan.
Hasil imbang memang membuat Jerman harus bekerja lebih keras dalam pertandingan berikutnya. Namun, dari sudut pandang Klopp, performa melawan Yunani memberikan gambaran bahwa timnya sedang berkembang.
Kegagalan mencetak gol menjadi pekerjaan rumah utama. Jika kemampuan menciptakan peluang dapat diikuti efektivitas penyelesaian akhir, Jerman berpeluang tampil lebih kuat pada pertandingan berikutnya.