Sportify.id - Piala Dunia FIFA selalu melahirkan kisah-kisah legendaris, termasuk perburuan status pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut. Rekor ini menjadi salah satu pencapaian paling bergengsi dalam sepak bola internasional, karena hanya bisa diraih pemain yang konsisten tampil di level tertinggi dalam kurun waktu bertahun-tahun sekaligus mampu menembus babak-babak akhir turnamen berkali-kali.
Sebelum era 2020-an, rekor pencetak gol terbanyak Piala Dunia sempat lama dipegang oleh legenda asal Jerman, Miroslav Klose, dengan koleksi 16 gol yang dikumpulkan dalam empat edisi Piala Dunia, yakni 2002, 2006, 2010, dan 2014.
Klose mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang striker Brasil, Ronaldo Nazario, yang mencetak 15 gol pada edisi 1998, 2002, dan 2006. Sebelum Ronaldo, nama-nama seperti Gerd Muller dari Jerman Barat dan Just Fontaine dari Prancis juga sempat menorehkan rekor gol fenomenal di era mereka masing-masing, termasuk rekor 13 gol Fontaine dalam satu edisi turnamen pada 1958 yang bertahan hingga kini sebagai rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Format turnamen yang terus berkembang turut memengaruhi peluang pemain modern untuk memecahkan rekor-rekor lama. Perluasan jumlah peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim sejak edisi 2026 membuka lebih banyak kesempatan bagi tim maupun pemain untuk tampil di lebih banyak pertandingan dalam satu edisi turnamen, dibandingkan format-format sebelumnya.
Rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia kini menjadi ajang perburuan sengit antara sejumlah bintang generasi terkini yang telah berulang kali tampil di level tertinggi turnamen ini.
Sejarah panjang perburuan status pencetak gol terbanyak ini menunjukkan bahwa konsistensi dan durabilitas pemain di level internasional, bukan hanya ketajaman semata, menjadi faktor penentu bagi seorang pesepak bola untuk mengukir namanya dalam catatan sejarah Piala Dunia.