Sportify.id - Langkah Timnas Prancis untuk kembali tampil di final Piala Dunia harus terhenti setelah takluk 0-2 dari Spanyol pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Rabu (15/7) dini hari tadi WIB. Kekalahan ini sekaligus menjadi yang terberat bagi Les Bleus karena menelan kekalahan 3 kali beruntun dari Spanyol di partai semifinal.
Sepanjang laga, Prancis tampak kesulitan mengembangkan permainan menghadapi pertahanan Spanyol yang disiplin. Pelatih Didier Deschamps bahkan harus mengubah strategi di tengah babak dengan menarik keluar Lucas Digne dan Michael Olise demi mencari solusi serangan.
Kylian Mbappe, yang menjadi tumpuan utama lini depan, tidak mampu memberikan ancaman berarti ke gawang Spanyol yang dikawal Unai Simon. Situasi Prancis makin sulit setelah bek tengah andalan mereka, William Saliba, mengalami masalah pada bagian punggung dan harus ditarik keluar lebih awal pada menit ke-30, digantikan Wesley Fofana Lacroix.
Pergantian pemain di lini belakang turut memengaruhi soliditas pertahanan Les Bleus yang akhirnya kebobolan dua gol lewat penalti Mikel Oyarzabal dan gol open play Pedro Porro.
Sebelumnya, Spanyol tercatat menyingkirkan Prancis sebanyak 2 kali pada semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League tahun lalu dalam laga dramatis yang menghasilkan sembilan gol. Hasil ini membuat Prancis menelan kekalahan ketiga beruntun dari Spanyol.
Tak sampai disitu, berdasarkan catatan sejarah, kekalahan dua gol ini merupakan yang pertama dialami Prancis sejak takluk dari Meksiko pada Piala Dunia 2010. Padahal, sepanjang delapan tahun terakhir Prancis selalu berhasil melangkah ke semifinal Piala Dunia secara beruntun, sebuah tren yang mencerminkan konsistensi tinggi timnas asuhan Deschamps di level turnamen besar.
Usai laga, Mbappe dilaporkan buka suara mengenai kekalahan timnya, meski isi pernyataan lengkap sang kapten belum banyak dipublikasikan media internasional. Kekalahan ini membuat Prancis dipastikan tampil di laga perebutan tempat ketiga, sementara peluang mempertahankan status sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa kini bergantung pada performa mereka di laga sisa turnamen.