Tijjani Reinjders. Foto: Pinterest.

Tijjani Reijnders Tinggalkan Manchester City, Al-Qadsiah Jadi Petualangan Barunya

Sportify.id - Tijjani Reijnders resmi mengakhiri perjalanan singkatnya bersama Manchester City setelah bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Qadsiah. Kepindahan tersebut diumumkan pada Agustus 2026 dan menjadi salah satu transfer menarik yang memperlihatkan semakin agresifnya klub-klub Saudi Pro League mendatangkan pemain dari Eropa.

Reijnders bergabung dengan Al-Qadsiah setelah Manchester City menyepakati transfer senilai £52 juta atau sekitar Rp1,1 triliun. Pemain berusia 28 tahun tersebut hanya menghabiskan satu musim bersama The Citizens setelah sebelumnya didatangkan dari AC Milan.

Kepindahan ini cukup mengejutkan karena Reijnders sebenarnya baru menjalani satu musim di Inggris. Selama membela Manchester City, ia tampil dalam 47 pertandingan dan mencetak tujuh gol menurut laporan Bola.net. Reuters mencatat Reijnders membuat 50 penampilan di seluruh kompetisi dan mencetak tujuh gol selama lebih dari satu tahun bersama klub.

Reijnders juga meninggalkan Manchester City setelah membantu klub meraih dua trofi pada musim sebelumnya, yakni FA Cup dan League Cup. Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan singkatnya di Inggris.

Dalam pernyataannya, Reijnders mengaku pengalaman menjadi bagian dari skuad yang memenangkan dua trofi tersebut akan selalu dikenangnya. Ia juga menyampaikan bahwa Manchester City akan selalu memiliki tempat khusus dalam hatinya.

Namun, keputusan untuk meninggalkan City tidak berdiri sendiri. Manchester City sedang melakukan perubahan besar di sektor lini tengah.

Kepindahan Reijnders menjadi salah satu bagian dari perubahan tersebut. Sebelumnya, Bernardo Silva juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan Real Madrid, sedangkan Rodri pindah ke Barcelona. Dengan demikian, struktur lini tengah Manchester City mengalami perubahan cukup besar dalam waktu relatif singkat.

City kemudian mendatangkan Elliot Anderson dan masih mengejar sejumlah gelandang lain. Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan tempat utama semakin ketat.

Bagi Reijnders, Al-Qadsiah menawarkan lingkungan baru untuk menjadi pemain penting. Klub Saudi tersebut finis di posisi keempat Saudi Pro League musim lalu setelah sempat terlibat dalam persaingan perebutan gelar.

Al-Qadsiah juga mengawali musim baru dengan kemenangan 3-1 atas Al Shabab. Kehadiran Reijnders diharapkan dapat meningkatkan kualitas lini tengah sekaligus memperkuat ambisi klub untuk bersaing di papan atas.

Transfer tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan proyek sepak bola Arab Saudi. Klub-klub Saudi Pro League semakin berani mendatangkan pemain yang masih berada dalam usia produktif dan memiliki pengalaman di kompetisi top Eropa.

Bagi Reijnders, kepindahan ini merupakan tantangan baru setelah pengalaman singkat di Manchester City. Ia kini dituntut membawa kualitas yang didapat dari Serie A dan Premier League untuk membantu Al-Qadsiah mengejar target lebih tinggi di Arab Saudi.

 

    Terbaru

    Terkait