Laga Livoli Divisi Utama 2023 (Foto: PBVSI)

Petrokimia dan Popsivo Lolos ke Final Four, Bank Jatim Masuk Zona Degradasi

Sportify.id - Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia dan Popsivo Polwan dipastikan melangkah ke babak final four Livoli Divisi Utama 2023

Kedua tim berhasil memastikan diri usai mengalahkan lawan-lawannya pada Putaran Reguler Kedua yang berlangsung Kamis (16/11/2023) di GOR Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur.

Petrokimia menang atas Bharata Muda Jakarta 3-0 (25-21, 25-17, 25-22). Sedangkan Popsivo menyingkirkan juara bertahan Bank Jatim 3-1 (27-25, 25-21, 20-25, 25-23).

Dua tim tersebut sukses mengantongi dua kemenangan, sehingga raihan poin kedua tim tidak dapat terkejar lagi dari tim lainnya di Pul DD, yakni Bank Jatim dan Bharata.

Popsivo dan Petrokimia, selain lolos ke babak final four di Kediri, juga akan memperebutkan peringkat satu dan dua, pada Sabtu (18/11/2023).

Sedangkan Bank Jatim yang baru mengantongi satu kemenangan dan dua kekalahan masuk zona degradasi melawan Bharata yang sudah kalah dalam dua laga.

Pelatih Popsivo, Reidel Alfonzo Gonzales Toiran mengaku belum puas dengan permainan anak asuhnya. Namun, penampilan Arsela dkk. masih lebih baik penampilan laga sebelumnya.

"Saya masih belum puas dengan permainan anak-anak. Tapi sudah ada perkembangan dibanding pertandingan sebelumnya," tambah pelatih asal Kuba itu.

Menurutnya, tim asuhannya itu memiliki kelemahan dalam fokus permainan.

"Mungkin mereka kurang kepercayaan diri," tukas Toiran usai laga.

Laga Livoli Divisi Utama 2023 (Foto: PBVSI)

 

Sementara Labib, pelatih Bank Jatim, mengaku kalau anak asuhnya seperti terbebani harus menang.

"Sehingga banyak kesalahan sendiri," kata Labib.

Sementara itu, laga Petrokimia versus Bharata menyajikan laga yang kurang seimbang. Petrokimia menguasai jalannya laga dan hanya set ketiga agak mendapat perlawanan.

"Set ketiga kita nyaris kalah. Beberapa kesalahan dilakukan anak-anak, tapi bisa diatasi," ujar pelatih Petrokimia, Pedro Lilipaly.

Sedangkan pelatih Bharata Muda, Eko Waluyo mengatakan timnya tidak memiliki bomber yang mampu mematikan lawan, sehingga menyebabkan kekalahan.

"Banyak bola yang harusnya poin bagi kita, tapi gagal dimanfaatkan," pungkas Eko

    Terbaru

    Terkait