Erick Thohir (Foto: PSSI)

Erick Thohir yang Masih Diandalkan

Lagi-lagi Erick Thohir. Sekarang dia Menpora. Setelah disuruh belok kiri dari BUMN. Padahal kursi Ketum PSSI panasnya masih terjaga. Publik pun bingung, "Ini manusia apa WiFi, kok bisa nyambung di banyak tempat sekaligus?"

Padahal PR olahraga kita nggak main-main. Nilai industri olahraga 2024 memang naik ke Rp 39,45 triliun, tapi kontribusinya ke PDB cuma 0,19%. Kecil bet, ibarat jajan gorengan di kantin DPR.

Sementara di daerah, lapangan bola masih banyak yang perlu dibenerin. Jangankan buat main bola gede, dibuat main minifootball aja, payah.

Studi di Cirebon sampai Tebo mencatat, fasilitas ada, tapi rusak. Kebijakan ada, tapi nyasar. Anggaran ada, tapi habis buat yang lain.

Belum lagi nasib Timnas yang sedang di ujung tanduk menuju Piala Dunia 2026. Publik menunggu keajaiban. Apakah sejarah baru bisa tercipta, atau kita lagi-lagi Indonesia  "disepak" piala dunia? Karena belum pantes.

Di sinilah beban Erick makin berat. Sebagai Ketum PSSI dia dituntut bikin bola Indonesia gacor, sementara sebagai Menpora dia harus merangkul dan memuliakan cabang olahraga lain.

Harapan publik, lagi-lagi sederhana. Jangan sampai jabatan ganda bikin fokus Erick kayak sinetron kejar tayang. Plotnya banyak, tapi nggak jelas ujungnya.

Kalau gagal, olahraga kita ya tetap jadi tontonan, bukan gerakan. Tapi kalau berhasil, bolehlah kita sebut, Erick bukan cuma WiFi, tapi paket kombo unlimited. Bisa konek ke mana-mana, asal sinyalnya nggak putus-putus karena sebuah alasan kepentingan.

 

Penulis: Yusuf Ibrahim - Penikmat Sepak Bola

 

    Terbaru

    Terkait