Sportify.id - Kapten Timnas Iran, Alireza Jahanbakhsh, mengungkapkan bahwa ia menerima pesan dukungan dan jaminan perlindungan langsung dari kelompok kartel Meksiko. Kejadian ini bermula saat ia dan rekannya pernah hampir dirampok, namun dibebaskan tanpa cedera setelah para pelaku mengetahui mereka berasal dari Iran.
Dalam wawancara yang dikutip dari Aljazeera dalam salah satu wawancara Jahanbakhsh menyampaikan mendapat dukungan dari kartel Meksiko yang ternyata menyukai warga Iran. Hal itu terjadi karena kejadian dimasa lalunya yang hampir berujung perampokan di Meksiko. Saat itu komplotan bertopeng langsung bersikap ramah setelah mengetahui kewarganegaraan mereka.
“Mereka menangkap kami. Semua pelaku menutup wajah. Kami ada di dalam mobil, lalu mereka menyuruh kami keluar dan berjalan. Perintahnya, letakkan tangan di mobil,” ucap Jahanbakhsh.
Para perampok mulai memeriksa barang bawaan, namun Jahanbakhsh dan rekannya tidak membawa apa pun karena baru tiba dari Belanda. Salah seorang pria bertopeng kemudian bertanya asal negara mereka. Jahanbakhsh awalnya menjawab “Belanda”, tetapi rekannya yang bernama Benjamin berbisik, “Ali, katakan Iran. Sebut Iran. Mereka baik-baik saja dengan Iran.”
Dalam wawancaranya itu, Alireza juga mengaku nyaman untuk bermarkas di Meksiko selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung. Jahanbakhsh mengungkapkan bahwa timnya merasa betah berlatih di Tijuana, Meksiko.
“Kami suka training camp di Meksiko. Penduduknya sangat ramah. Saya mendapat informasi bahwa kartel-kartel di sini cukup menyukai kami, orang Iran,” tambahnya.
Pemindahan base camp ke Tijuana, Meksiko, dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dengan pertimbangan keamanan dan logistik di tengah ketegangan politik global. Meski bermarkas di Meksiko, Iran akan melakoni pertandingan Grup G mereka di Amerika Serikat, yakni melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle.