Reinders (tengah) saat merayakan gol. (Foto: Pinterest)

Kehilangan Reijnders, Manchester City Cari Sosok Pengganti yang Tepat!

Sportify.id - Kepergian Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah bukan sekadar transfer keluar biasa bagi Manchester City. Kepindahan gelandang asal Belanda tersebut menjadi bagian dari perubahan besar yang sedang berlangsung di lini tengah The Citizens setelah sejumlah pemain penting meninggalkan klub pada musim panas 2026.

Manchester City melepas Reijnders ke Al-Qadsiah dengan nilai transfer £52 juta atau sekitar Rp1,1 triliun. Keputusan tersebut mengakhiri kebersamaan sang pemain dengan City setelah hanya satu musim berada di Etihad Stadium.

Reijnders sebelumnya datang dari AC Milan dengan harapan menjadi bagian penting dari lini tengah City. Ia mampu mencetak tujuh gol sepanjang musim dan menunjukkan kualitasnya dalam sejumlah pertandingan. Namun, konsistensi penampilannya dinilai belum sesuai harapan klub.

Dilansir dari Reuters Reijnders mencatat 50 penampilan pada musim terakhirnya bersama Manchester City disemua kompetisi. Reinjders juga tampil luar biasa dilini tengah Man City terutama pada awal-awal kedatangannya.

Di balik kepergian Reijnders, Manchester City sebenarnya sedang melakukan restrukturisasi lini tengah. Klub telah mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai £116 juta dan masih mengejar pemain muda Lille, Ayyoub Bouaddi, serta gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menurut laporan Bola.net.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa City tidak sekadar kehilangan pemain, tetapi juga sedang membangun komposisi baru di sektor tengah.

Perubahan semakin besar setelah Bernardo Silva memilih bergabung dengan Real Madrid. Rodri juga meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Barcelona. Dua pemain tersebut sebelumnya memiliki peran besar dalam permainan City selama beberapa musim.

Kini, City harus membangun keseimbangan baru. Gelandang-gelandang yang datang diharapkan mampu mengisi ruang yang ditinggalkan para pemain senior sekaligus mempertahankan kualitas permainan tim.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi manajer baru Enzo Maresca, yang menggantikan Pep Guardiola. Menurut laporan Bola.net, Maresca tidak memberikan jaminan kepada Reijnders untuk mendapatkan tempat reguler sehingga keputusan transfer akhirnya menjadi jalan keluar bagi sang pemain.

Bagi City, keputusan melepas Reijnders juga menunjukkan keberanian untuk melakukan perubahan meski pemain tersebut baru semusim bergabung. Klub tampaknya lebih memilih membangun lini tengah sesuai kebutuhan proyek baru daripada mempertahankan pemain tanpa jaminan peran utama.

Sementara itu, Reijnders akan melanjutkan kariernya bersama Al-Qadsiah. Klub Saudi tersebut tengah membangun skuad kompetitif dan membutuhkan tambahan kualitas di lini tengah.

Kepindahan ini menjadi gambaran perubahan peta sepak bola dunia. Pemain dengan pengalaman di klub-klub besar Eropa kini semakin terbuka terhadap proyek Saudi Pro League.

Manchester City pun memasuki fase baru. Setelah era Guardiola dan sejumlah pemain senior mulai berakhir, lini tengah The Citizens kini harus menemukan identitas baru. Kepergian Reijnders menjadi salah satu tanda bahwa perubahan tersebut sedang berlangsung secara serius.

 

    Terbaru

    Terkait