Podcast Sportify Indonesia

Ramai Kasus Penggelapan Gaji Pemain Klub Liga 1, Shahar Ginanjar Curhat Pengalaman Pribadinya

Sportify.id - Sepakbola Indonesia kembali menuai sorotan setelah salah satu klub Liga 1 melakukan pemecatan terhadap pelatih sekaligus direktur teknik klub. Kabar pemecatan keduanya yang diduga melakukan penggelapan dana langsung menuai sorotan tajam dari pecinta sepakbola.

Dalam podcast sportify Indonesia, mantan pemain Liga 1 Shahar Ginanjar dan pengamat sepakbola nasional Akmal Marhali dihadirkan untuk membongkar praktik gelap disepakbola Indonesia.

Shahar Ginanjar yang sudah malang melintang bersama klub Liga 1 Indonesia memberikan kesaksian terkait pratik-pratik jual beli pemain yang terjadi di Liga Indonesia.

“Kalo mematok harga ke pemain itulah yang tidak lumrah, misalkan kontrak 1 M dan apabila melalui agen otomatis akan langsung terpotong 10% diawal, itu adalah hal yang lumrah dan dari dulu sudah ada,” ucap Shahar Ginanjar dalam podcast Sportify Indonesia yang dipandu oleh host Yusuf Ibrahim.

 

Sementara itu, pengamat sepakbola nasional Akmal Marhali mengatakan bahwa situasi sebenarnya bukan hanya terjadi pada pelatih lokal saja, pelatih asing dan pelatih diluar negeri pun biasa melakukan hal ini.

“Ini adalah soal kebiasaan, didunia internasional misalnya, pelatih sehebat Jose Mourinho dia selalu membawa Mikel Essien saat ia memegang klub, karena dia adalah pemain andalan dalam strateginya dan yang pasti ada kesepatan dibelakang,” terang Akmal.

Begitupun juga dengan sang pemain yang pasti merasa diuntungkan karena bisa membela klub yang diinginkannya dengan rokomendasi pelatih. Ini adalah hal yang wajar dan hal biasa dalam dunia sepakbola.

 

Sayangnya yang terjadi di klub Liga 1 dan menajdi ramai diperbincangkan inilah yang tidak wajar. Karena salah satu pihak meminta bayaran atau komisi yang tak sedikit yang tentunya menimbulkan kerugian dari pihak lain.

Ditambah lagi, managemen klub tersebut melakukan keputusan pemecatan kedua sosok yang dikenal memiliki nama besar itu dilandasi oleh serangkaian pelanggaran sudah sejak lama. Pelanggaran ini menjadi serius dan telah berlangsung sejak mereka masih menangani tim di kompetisi Liga 2.

 

 

    Terbaru

    Terkait