Ilustrasi klub sepakbola amatir (Foto: Istimewa)

Suka-Suka Kau Lah, PSSI

PSSI lagi-lagi bikin gebrakan. Katanya, Piala Presiden 2026 nggak bakal ada Persija, Persib, atau Persebaya. Yang main? Klub-klub daerah, total 64 tim, juara-juara dari tingkat kota sampai provinsi. Mirip era Perserikatan dulu, ketika kampung kecil masih bisa ngasih warna.

Secara ide, manis kayak kopi susu literan. Ada romantisme lokal. Bayangin, suporter daerah bisa jingkrak lagi, bibit muda nongol di layar kaca. Ada getaran “sepak bola kembali ke akar rumput.”

Tapi… ya tetap ada tapinya. Piala Presiden selama ini kan magnetnya justru klub-klub besar. Gelaran pra-musim yang ditunggu karena ada rivalitas klasik, Persija vs Persib, Persebaya vs Arema. Misalnya! Sponsor nyangkut karena gengsi besar. TV rela siaran karena rating terjamin. Nah kalau isinya klub semi-pro yang nama aja kita baru dengar, apa yakin euforianya sama? Sponsor mau nggak keluar duit kalau rating jeblok?

Analogi gampangnya begini.  Bikin hajatan gede tapi nggak ngundang tetangga penting. Mau semeriah apa kalau tamunya cuma sepupu jauh?

Tapi ya sudahlah. Suka-suka kau lah, PSSI. Kalau sukses, bisa jadi tonggak sejarah baru sepak bola nasional. Tapi kalau gagal, ya tinggal masuk lagi ke daftar panjang kebijakan “niatnya populis, hasilnya miris.”

Mari kita doakan saja. Siapa tahu, Piala Presiden edisi “anti-klub besar” ini justru bisa jadi kejutan. Minimal, bisa jadi  bahan obrolan "local pride"  rakyat warung kopi wilayah 3T. Atau jadi bahan debat alot buat para pengamat sepak bola.

Kalo saya kan, cuma penikmat. Tabik.

 

Penulis: Yusuf Ibrahim – Penikmat Sepak Bola

    Terbaru

    Terkait