Sportify.id - Cabang Olahraga sepakbola di PON XXI Aceh – Sumut menghebohkan publik sepakbola setelah wasit yang memimpin laga terkapar setelah dipukul pemain. Kejadian yang memalukan tersebut membuat Bung Towel buka suara.
Kejadian yang memalukan tersebut terjadi dalam babak 8 besar sepak bola PON XXI antara Aceh melawan Sulteng yang digelar di Stadion H Dimurthala pada Sabtu, (14/9).
Pertandingan yang penuh dengan kontroversi ini berakhir dengan skor imbang 1-1 diwaktu normal. Tim Sulteng dilaga ini mendapat 2 kartu merah akibat keputusan wasit yang seperti memihak tim tuan rumah.
Imbasnya, tim Sulteng menolak untuk melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah walk out (WO). Aceh lolos ke semifinal PON 2024.
Respon Bung Towel
Pengamat sepakbola nasional Tommy Welly mengaku tidak kaget dengan situasi seperti tersebut. Tencnical Delegate cabor saat PON 2016 di Jawa Barat tentu tidak asing dengan situasi pertandingan di PON.
“Paling tidak jika tuan rumah tidak mendapat medali emas itu tidak afdol atau juara umum PON tapi tidak dapat medali emas sepak bola juga tidak afdol” tutur Bung Towel dalam kanal Youtube Sportify Indonesia.
“Wasit Eko Agus yang memimpin pertandingan ya memang ngawur, tindakan pemain yang memukul juga tidak dibenarkan dan pasti akan mendapatkan sangsi berat”.Tambahnya.
Kronologi Pemukulan Wasit
Peristiwa ini bermula ketika pemain Sulteng nyaris mendapat penalti karena salah satu pemain Aceh melakukan pelanggaran di kotak penalti. Namun sang wasit tidak menggubris hal tersebut dan tidak mengeluarkan kartu kuning pada pemain Aceh.
Wasit Eko Agus Sugih Harto dilaga ini dianggap kontroversial setelah membuat keputusan-keputusan yang tidak seharusnya terjadi.
Salah satunya adalah kartu merah untuk pemain Sulteng Wahyu Alman Poru dimenit 74’. Pada menit ke-84 wasit kembali mengeluarkan kartu merah kepada pemain Sulteng.
Tak henti sampai situ, wasit Eko juga menilai pemain Sulteng melakukan handball dikotak terlarang sehingga penalti untuk Aceh.
Pemain Sulteng dengan nomor punggung 15 M Rizky Saputra lantas memukul wasit karena wasit Eko dianggap merugikan timnya. Pemukulan tersebut membuat wasit Eko terkapar hingga dilarikan ke ambulance.