Sportify.id - AC Milan mulai mencari solusi untuk memperkuat sektor pertahanan menjelang berakhirnya bursa transfer musim panas. Salah satu nama yang masuk radar Rossoneri adalah bek Manchester United, Noussair Mazraoui.
Ketertarikan Milan terhadap Mazraoui tidak hanya didasarkan pada pengalaman sang pemain, tetapi juga fleksibilitas posisi yang dimilikinya. Bek asal Maroko itu mampu bermain sebagai bek kanan, bek kiri, wing-back, hingga bagian dari sistem tiga bek.
Gaya main tersebut membuat Mazraoui menarik bagi Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu sudah mengenal sang pemain dari masa mereka bekerja sama di Manchester United. Karena itu, apabila transfer terealisasi, Milan bukan hanya mendapatkan pemain berpengalaman, tetapi juga sosok yang sudah memahami tuntutan taktik pelatihnya.
Kebutuhan tersebut semakin relevan karena Amorim tengah membangun struktur permainan yang membutuhkan pemain dengan kemampuan menjalankan beberapa peran. Fleksibilitas Mazraoui dapat memberi Milan lebih banyak pilihan ketika harus melakukan perubahan sistem selama pertandingan.
Pengalaman di level tertinggi juga menjadi salah satu pertimbangan. Mazraoui pernah memperkuat Bayern Munchen sebelum bergabung dengan Manchester United. Ia juga memiliki pengalaman internasional bersama Maroko, termasuk tampil di Piala Dunia 2026.
Namun, transfer tersebut tidak akan mudah. Manchester United memiliki posisi tawar yang kuat karena Mazraoui masih terikat kontrak hingga 2028. Dengan demikian, klub Inggris tersebut tidak berada dalam kondisi yang mengharuskan mereka menjual pemain berusia 28 tahun itu.
Manchester United bahkan disebut baru akan mempertimbangkan penjualan jika mereka memiliki pengganti yang tepat. Situasi tersebut membuat Milan harus berhitung secara matang sebelum mengajukan proposal resmi.
Hingga kini, Milan disebut baru mengambil langkah awal dengan mencari informasi mengenai situasi Mazraoui. Belum ada kepastian bahwa tawaran resmi telah diajukan kepada Manchester United. Karena waktu bursa transfer semakin pendek, Rossoneri harus bergerak cepat jika benar-benar ingin membawa sang pemain ke Serie A.
Bagi Milan, Mazraoui bisa menjadi solusi praktis untuk memperdalam skuad. Kemampuannya bermain di beberapa posisi memungkinkan Amorim memiliki lebih banyak alternatif tanpa harus mendatangkan sejumlah pemain dengan spesialisasi berbeda.
Namun, bagi Manchester United, melepas Mazraoui hanya masuk akal apabila klub mampu menjaga kedalaman skuad. Kehilangan pemain serbaguna tanpa pengganti yang sepadan dapat menciptakan persoalan baru di lini belakang.
Dengan demikian, transfer Mazraoui akan sangat bergantung pada negosiasi kedua klub. Milan membutuhkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktik Amorim, sedangkan United memiliki kepentingan mempertahankan kedalaman skuad.
Jika kesepakatan tercapai, transfer ini juga akan menjadi reuni menarik antara Amorim dan Mazraoui. Akan tetapi, sampai proposal konkret muncul dan kedua klub mencapai kesepakatan, peluang sang bek meninggalkan Old Trafford masih sebatas kemungkinan.