Xabi Alonso saat melatih Real Madrid (Foto: Pinterest)

Kegagalan Xabi Alonso di Real Madrid Bukan Sekadar Masalah Vinicius

Sportify.id - Pemecatan Xabi Alonso dari Real Madrid kembali menjadi perbincangan setelah nama Vinicius Junior disebut sebagai salah satu penyebab utama berakhirnya masa kerja pelatih asal Spanyol tersebut. Namun, jika melihat keseluruhan perjalanan Alonso di Santiago Bernabeu, persoalannya jauh lebih kompleks.

Alonso hanya bertahan 233 hari setelah ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada musim panas 2025. Masa kerjanya kemudian berakhir pada Januari 2026 setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

Hubungan Alonso dan Vinicius memang sempat mengalami ketegangan. Konflik tersebut semakin terlihat ketika Vinicius menunjukkan kekecewaan setelah ditarik keluar dalam pertandingan El Clasico. Situasi itu kemudian menjadi bahan pembicaraan karena hubungan keduanya tidak kunjung membaik.

Jamie Carragher bahkan menilai Vinicius menjadi alasan utama Alonso kehilangan pekerjaannya. Pernyataan tersebut kembali mengarahkan sorotan kepada hubungan pelatih dan pemain.

Namun, menjadikan Vinicius sebagai satu-satunya penyebab dianggap terlalu menyederhanakan persoalan. Masalah taktik dan hasil pertandingan juga memberikan tekanan besar kepada Alonso.

Salah satu keputusan yang menjadi sorotan adalah ketika Alonso memainkan Vinicius di sisi kanan saat Real Madrid menghadapi PSG pada semifinal Piala Dunia Antarklub. Real Madrid akhirnya mengalami kekalahan telak 0-4.

Keputusan lainnya muncul ketika Alonso memainkan Jude Bellingham yang baru pulih dalam Derby Madrid. Real Madrid kemudian kalah 2-5 dari Atletico Madrid. Pada pertandingan melawan Elche, Vinicius justru memulai laga dari bangku cadangan ketika Fran Garcia ditempatkan sebagai wing-back kiri. Real Madrid sempat tertinggal 0-2 sebelum mampu menyamakan kedudukan setelah Vinicius masuk.

Selain persoalan taktik, performa tim juga menjadi faktor penting. Real Madrid hanya meraih satu kemenangan sepanjang November. Mereka kemudian kehilangan poin ketika menghadapi Rayo Vallecano, Elche, dan Girona.

Masalah berlanjut pada Desember. Kekalahan 0-2 dari Celta Vigo menambah tekanan, sebelum hasil buruk di Liga Champions melawan Liverpool dan Manchester City semakin memperburuk situasi.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pemecatan Alonso tidak bisa dilepaskan dari kombinasi beberapa faktor. Konflik dengan pemain bintang memang menjadi persoalan, tetapi pelatih juga harus bertanggung jawab atas strategi, pemilihan pemain, serta konsistensi performa tim.

Kini, situasi sudah berubah. Real Madrid memasuki era baru bersama Jose Mourinho, sementara Alonso melanjutkan kariernya di Chelsea. Alonso membuka petualangan barunya dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham.

Kasus Alonso memberikan pelajaran penting bahwa kegagalan seorang pelatih di klub sebesar Real Madrid hampir tidak pernah disebabkan oleh satu masalah saja. Hubungan dengan pemain, keputusan taktik, konsistensi hasil, serta tekanan untuk memenangkan trofi semuanya saling berkaitan.

Karena itu, menempatkan Vinicius sebagai kambing hitam tunggal tidak cukup untuk menjelaskan mengapa perjalanan Alonso di Madrid berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

 

    Terbaru

    Terkait