Pengamat Sepak Bola Tommy Welly

Pandai-Pandailah Membaca Reaksi Erick Thohir

Sportify.id - Gagal juara di Solo, bukan akhir dari segalanya bagi timnas u16. Dalam kamus sepak bola manapun, timnas u16 adalah fase pengembangan alias development. Jadi titel juara bukanlah segalanya. Kalaupun bisa juara itu hanyalah bonus dari suatu proses yang sedang berjalan. 

 

Bahwa timnas u16 masih banyak kekurangan, itu adalah normal. Tak perlu alergi pada kesalahan karena memang masih fasenya berbuat salah. Yang penting Putu Panji dkk terus belajar dan tidak cepat berpuas diri apalagi tertular virus star syndrome. Makanya tidak perlu juga puja puji yang berlebihan. Cukup apresiasi semestinya saja.

 

Sebagai pengamat, saya sendiri tidak terlalu risau dengan kekalahan timnas Indonesia u16 3-5 dari Australia u16. Saya justru tertarik dengan pernyataan ketum PSSI Erick Thohir. Seruan dan motivasinya pada Zahaby Gholy dkk agar tidak menundukkan kepala dan tidak ada yang menangis adalah tepat. 

 

Memang tidak perlu lebay menanggapi kekalahan itu. Dan saya melihat, Erick Thohir justru memanfaatkan momentum kekalahan itu untuk memberikan suntikan motivasi dahsyat. 

 

Yang pertama, rivalitas timnas Indonesia sudah naik level. Bukan sekadar rivalitas dengan Thailand atau Vietnam tapi bertambah dengan seteru baru Australia. 

 

Kekalahan Australia 0-1 di Piala Asia u23, April lalu memantik persaingan Indonesia vs Australia masuk zona mendidih. Terbukti selebrasi Australia u16 terlihat berlebihan ketika berhasil menyingkirkan Indonesia di semifinal Piala AFF u16 kemarin. Seolah berhasil membalaskan dendam.

 

Nah, disituasi inilah saya melihat Ketum PSSI Erick Thohir jeli melihat momentum. 

Lihat reaksi dan pernyataan tegasnya.  Jangan menundukkan kepala. Jangan menangis. Tapi balas dan kalahkan Australia di kualifikasi Piala Asia AFC u17, Oktober nanti. 

 

Tapi yang paling menarik perhatian saya adalah pernyataannya agar timnas senior bisa membalaskan sakit hati adik-adiknya ini. 

Erick Thohir sepertinya menggunakan momentum kekalahan timnas u16 untuk membakar dan memberi suntikan motivasi ekstra kepada timnas senior sejak jauh-jauh hari. 

 

Erick Thohir sudah menabuh genderang perang. Rivalitas dengan Australia, ia naikkan levelnya. Dimulai ditimnas u23, dipanasi oleh timnas u16 dan harusnya bisa meledak maksimal oleh timnas senior. 

 

Inilah yang harus dibaca oleh timnas senior. Dibaca dan dipahami oleh STY beserta staf kepelatihannya termasuk Nova Arianto yang merasakan langsung kekalahan timnas u16. 

 

Ada efek domino yg ingin dicapai oleh Erick Thohir. Bahwa kekalahan timnas u16 harus jadi suntikan motivasi ekstra saat menghadapi Australia di kualifikasi Piala Dunia 2026, babak ketiga pada 10 September nanti. 

 

Balas sakit hati adik-adiknya. Yang artinya, STY dan timnas senior jangan belum-belum sudah berharap mukjizat dan bersiap-siap menatap kualifikasi babak keempat. Bukan itu yang diinginkan Erick Thohir. Jika genderang perang dengan Australia sudah ia tabuh, dan suhunya sudah dipanaskan, seharusnya timnas senior dan STY bisa menangkap isyarat kuat ini. Termasuk STY bisa segera kembali ke Indonesia dari liburannya di Korea Selatan.

 

Penulis: Bung Towel, Pengamat Sepak Bola

    Terbaru

    Terkait