Timnas Indonesia saat berlaga di GBK (Foto: PSSI)

Satu Langkah Lagi Ke Piala Dunia

Sportify.id - Satu langkah lagi, Camkan baik-baik : 

“Hanya tinggal satu langkah lagi kita semua akan berbangga hati karena tim nasional sepakbola kita bermain di level Piala Dunia 2026 di Kanada, Amerika Serikat dan Mexico”.

 

Level tertinggi turnamen olahraga seantero planet bumi. Dengan jumlah penonton hampir 2/3 penduduk bumi dalam setiap perhelatannya.

Bahkan konon para penduduk langit pun sampai berhenti sejenak dari aktivitasnya untuk bersama-sama penduduk bumi menyaksikan serunya pertandingan-pertandingan yang tersuguh. Piala Dunia Sepakbola memang selalu WOW!

 

Dan timnas kita berada disana. Diantara 48 tim-tim negara lain. Bukan dalam mimpi. 

Tapi memang begitu kenyataannya.

Tepatnya : Harapan kita semua !

 

 

The Road.

Fase Babak ke 2 telah selesai beberapa hari yang lalu. Di kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Philipina tertunduk 2-0. Bukan sesuatu yang mengejutkan karena kita sering mengalahkan Philipina diberbagai ajang. Jangankan Philipina, Vietnam saja 2 kali jungkir balik oleh timnas kita baik ketika main disini maupun di Hanoi.

 

Yang istimewa dari semua hasil ini adalah munculnya harapan dan keyakinan yang bergemuruh dan membuncah di dada kita semua: Tim ini punya kans untuk berbicara lebih tinggi lagi. Piala Dunia ! Dan gemuruhnya semakin membumbung tinggi seiring ribuan suporter menyanyikan lagu Indonesia Tanah Airku bersama-sama pemain. 

 

“Biar pun saya pergi jauh

Tidak kan hilang dari kalbu

Tanah ku yang ku cintai

Engkau ku hargai …”

 

Potongan lagu itu seperti aliran darah yang mengalir deras di nadi-nadi Thom Haye dan kawan-kawan yang seolah jawaban dari do’a-do’a kakek nenek moyang mereka agar kelak suatu hari nanti anak cucu cicit mereka ingat dan cinta pada tanah air asal nenek moyang mereka.

 

Pagar stadion boleh memisahkan antara pemain dengan suporter tetapi semangat dan jiwa optimis mereka sesungguhnya menyatu seiring tetes air mata haru dan bangga yang perlahan menjalar ke seluruh tubuh menggenang di mata.

Cobalah nyanyikan, pasti terharu, Bangga!

 

Satu langkah lagi. 

Jangan patri niat dan kata : cukup menjadi nomor 3 atau 4 di babak ke 3 nanti biar bisa lanjut ke babak selanjutnya. Jangan pernah !

Mulai hari ini semua kita wajib tancapkan tekad untuk lolos langsung ke Piala Dunia di Babak ke 3. 

 

What next ?

Kita punya potensi besar untuk langsung lolos di fase group. Dan itu ada digenggaman tangan kita semua sebagai stakeholder sepakbola Indonesia. Kita semua.

 

Ketua Umum PSSI tidak sendirian, ada Pemerintah, DPR, Duta Besar bahkan Masyarakat Indonesia di seluruh penjuru dunia yang selama ini selalu melancarkan proses-proses kembalinya anak-anak negeri yang lahir dan tinggal di luar untuk kembali membela tanah air kakek nenek mereka melalui proses naturalisasi.

 

Dan di luar sana masih puluhan “anak-anak negeri” yang memiliki kualitas sepakbola grade A yang siap membela Merah Putih menuju Piala Dunia. 3 bulan rasanya waktu yang cukup untuk proses semua itu. 

 

Tak perlu banyak-banyak, cukup 4-5 tambahan pemain baru lagi untuk melengkapi skuad yang ada saat ini, rasanya sudah komplit dan kompetitif timnas di babak ke 3 nanti. 

 

Kita sungguh berterima kasih dengan pemain2 yang ada saat ini, tapi menapaki tangga berikutnya, kita harus realistis. Kita masih perlu amunisi tambahan bila ingin terus melangkah. Stok pemain baru dari dalam negeri hasil Liga 1, nampaknya belum ada lagi yang istimewa. 

 

Terpaksa saat ini cari lagi dari luar. Nanti bila kompetisi kita semakin bagus dan menghasilkan talenta-talenta berkualitas, materi dari dalam negeri saja sudah cukup untuk melengkapi kedalaman skuad tim.

 

Head Coach STY juga jangan sendiri terus dan monoton hanya dengan koleganya. Ada banyak coach-coach hebat di dalam dan luar negeri yang bisa diajak diskusi plus minus komposisi pemain saat ini maupun taktik, strategi serta design-design ragam pola taktikal guna memperkuat pertahanan, lapangan tengah yang solid dan serangan-serangan yang tajam.

 

Bukan meragukan kapasitas STY, sekali lagi bukan. Toh keputusan akhir tetap menjadi hak prerogatif dia sebagai Head Coach yang paling paham kualitas, kondisi phisik dan psikis pemain-pemain Timnas. 

 

Tapi mendapat masukan dan saran dari sudut pandang kolega pelatih lain, tentu akan semakin menambah dan memperkaya variasi taktik dan strategi permainan timnas apalagi yang akan dihadapi adalah 5 tim yang lebih kuat dengan 10 pertandingan home & away mulai bulan September yang akan datang.

 

3 bulan STY dan Pemain wajib menjalani persiapan dengan kerja keras, disiplin dan progres yang maksimal. Beda lawan, beda strategi dan taktik tentunya.

 

Hal lain yang tak kalah penting, setelah drawing group tanggal 27 Juni nanti, segera bentuk 5 tim “pengintai” negara2 yg berada di satu group dengan kita. Tugasnya benar-benar strategis untuk masukan kepada Head Coach.

 

Mulai dari siapa pemain-pemain andalan dan bintangnya, di klub mana mereka bermain dan bagaimana penampilannya bersama klub, bagaimana penampilannya bersama timnasnya, apa kelebihan dan kekurangannya, bagaimana permainan timnya saat ujicoba di FIFA Match Day, siapa pelatihnya dan bagaimana gaya permainan yang menjadi andalannya, dll dst. 

 

Pakai semua perangkat teknologi yang ada untuk lebih sempurna pengamatan. Karena pasti negara-negara lain pun melakukan hal yang sama terhadap timnas kita.

 

Juga jangan lupa, sambil ngopi-ngopi Cantik, ajak lah para Pengamat, perwakilan Komunitas suporter dan Komentator-Komentator sepakbola dalam negeri untuk berdiskusi. Jalin hubungan yang hangat. Pasti akan ada saran dan feedback dari mereka untuk melengkapi kekuatan timnas. 

 

Karena mereka juga banyak yang mempunyai kemampuan analisa yang bagus, cerdas dan tajam. Intinya : Semua pihak harus kompak dan saling support demi satu langkah lagi menuju Piala Dunia. 

 

All out.

Bahasa sepakbolanya : One for All, All for One !

 

Tanpa menganggap remeh tim tim lain, bila kita semua bersatu dan menghasilkan solusi jitu, yakinlah, kita cukup satu langkah lagi saja menuju Piala Dunia, tanpa harus menunggu Babak ke 4 dan ke 5.

 

Seorang bijak berpesan : “Panah lah Bintang, bila anak panahmu tak sampai mengenai Bintang, menancap di Bulan pun sudah bagus”.

Bercita-cita memang harus setinggi Bintang.

Insya Allah kita bisa !

 

Salam,

Teuku Chairul Wisal

Member of RSN (Rembuk Sepakbola Nasional)

    Terbaru

    Terkait