Sportify.id - Lionel Messi kembali membuktikan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Meski tidak mencetak gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris, kapten Argentina itu tampil sebagai arsitek utama di balik kemenangan comeback dramatis 2-1 timnya, lewat dua assist krusial yang mengantarkan Argentina melaju ke final.
Assist pertama Messi lahir pada menit ke-85. Berawal dari sepak pojok yang ia eksekusi sendiri, Messi memilih melepas umpan pendek sebelum menerima kembali bola di ruang sempit dan mengirimkannya kepada Enzo Fernandez di depan kotak penalti. Gelandang Chelsea itu kemudian melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihalau kiper Inggris, Jordan Pickford, sehingga skor menjadi 1-1.
Tujuh menit berselang di masa injury time, Messi kembali menunjukkan kejeniusannya. Setelah sundulan Alexis Mac Allister membentur tiang gawang, Messi dengan cepat menguasai bola pantul di sisi kanan pertahanan Inggris. Ia lantas melepaskan umpan silang akurat dengan kaki kanan yang disambut sundulan telak Lautaro Martinez, memastikan kemenangan 2-1 bagi Argentina.
Dua assist tersebut membuat catatan Messi di Piala Dunia 2026 kini menjadi delapan gol dan empat assist, salah satu torehan tertinggi sepanjang sejarah turnamen dan melampaui pencapaian Kylian Mbappe yang mengoleksi delapan gol dan tiga assist.
Melansir laporan Opta, tidak ada pemain lain yang mampu mencatatkan lebih dari delapan assist di ajang Piala Dunia sejak statistik resmi mulai dikumpulkan pada 1966.
Capaian dua assist dalam satu laga semifinal ini juga menyamai rekor legenda-legenda dunia seperti Philipp Lahm (Jerman, 2014), Fritz Walter (Jerman Barat, 1954), dan Mario Zagallo (Brasil, 1962).
Berdasarkan statistik setelah pertandingan performa impresif Messi menghasilkan rating pertandingan 8,9, 94 sentuhan bola, serta akurasi umpan mencapai 81,9 persen sepanjang laga.
Kemenangan ini membawa Argentina bertemu Spanyol di final Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7). Laga final ketiga bagi Messi ini sekaligus membuka peluang dirinya untuk mengejar rekor keterlibatan gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia yang saat ini masih dipegang legenda Jerman Barat, Gerd Mueller.