Ilustrasi. Foto: Pinterest

FIFA Cetak Rekor Pendapatan Rp269 Triliun dari Piala Dunia 2026, Terbesar Sepanjang Sejarah

Sportify.id - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berhasil mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah turnamen ini digelar. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan total pemasukan mencapai 15 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp269 triliun, jauh melampaui target awal yang hanya diproyeksikan sebesar 11 miliar dolar AS.

Lonjakan pendapatan ini sebagian besar didorong oleh tingginya penjualan tiket resmi dan paket hospitality eksklusif bagi penonton di stadion. Salah satu paket premium bertajuk "Trophy Lounge" bahkan dijual dengan harga fantastis, mencapai sekitar 34.500 dolar AS atau setara Rp560 juta per orang.

Selain penjualan resmi, transaksi tiket di pasar sekunder turut menjadi penyumbang signifikan, di mana FIFA menerapkan skema komisi ganda sebesar 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual pada setiap transaksi.

Format Piala Dunia 2026 sendiri merupakan yang terbesar sepanjang sejarah turnamen ini, diikuti 48 tim peserta dengan total 104 pertandingan yang digelar di berbagai kota di tiga negara tuan rumah. Skala penyelenggaraan yang jauh lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya turut menjadi salah satu faktor pendorong tingginya animo penonton dan permintaan tiket, baik dari penggemar lokal Amerika Utara maupun wisatawan internasional.

Di balik capaian finansial yang mengesankan tersebut, sejumlah kalangan turut menyoroti aspek komersialisasi berlebihan dalam penyelenggaraan turnamen, termasuk mahalnya harga tiket di pasar sekunder yang dinilai memberatkan penggemar dengan anggaran terbatas.

Meski demikian, rekor pendapatan ini diperkirakan akan berdampak positif terhadap alokasi dana yang diterima asosiasi-asosiasi sepak bola anggota FIFA di seluruh dunia, meski rincian besaran distribusinya belum diumumkan secara resmi.

Pencapaian finansial ini turut dipandang sejumlah pengamat sebagai faktor yang memperkuat posisi Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 tahun depan. Pencapaian ini bisa menjadi salah satu faktor yang semakin menguatkan posisinya mengingat suksesnya penyelenggaraan dari sisi komersial kerap menjadi tolok ukur penilaian kinerja kepemimpinan federasi sepak bola dunia tersebut.

 

    Terbaru

    Terkait