Timnas Spanyol saat mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. (Foto: Julio Cortez)

Spanyol Ukir Gelar Dunia Kedua Sepanjang Sejarah dan Borong Sejumlah Rekor Baru

Sportify.id - Kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal trofi. Laga yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, itu turut mencatatkan sejumlah rekor bersejarah bagi La Furia Roja maupun sepak bola dunia secara keseluruhan, menjadikannya salah satu edisi Piala Dunia paling monumental sejak turnamen ini pertama digelar pada 1930.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, kini tercatat sebagai pelatih tertua yang berhasil membawa timnya menjuarai Piala Dunia. Pada usia 65 tahun 28 hari saat laga final berlangsung, De la Fuente melampaui rekor sebelumnya yang dipegang rekan senegaranya, Vicente del Bosque, yang berusia 59 tahun 220 hari ketika mengantar Spanyol meraih gelar pertama di Afrika Selatan pada 2010.

Pencapaian ini menegaskan bahwa filosofi permainan possession-based yang diwariskan generasi ke generasi masih relevan di level tertinggi sepak bola modern.

Kemenangan ini juga menandai comeback gemilang Spanyol setelah gagal mempertahankan status juara Eropa pada beberapa edisi sebelumnya. Dengan skema permainan yang mengandalkan penguasaan bola tinggi dan bangunan serangan dari lini kedua, Spanyol berhasil melewati seluruh fase turnamen dari babak grup, 16 besar, delapan besar, hingga semifinal tanpa mengalami kekalahan, sebuah rekam jejak yang jarang dicapai tim juara dalam beberapa dekade terakhir.

Selain gelar tim, Spanyol turut memborong penghargaan individu bergengsi FIFA. Rodri dinobatkan sebagai peraih Golden Ball atau pemain terbaik turnamen, Unai Simon meraih Golden Glove sebagai kiper terbaik, sementara Pau Cubarsi dinobatkan sebagai pemain muda terbaik, mengungguli rekan setimnya sendiri, Lamine Yamal.

Dominasi penghargaan individu ini melengkapi capaian tim yang telah lebih dulu mengoleksi gelar Nations League 2023 dan Euro 2024, menempatkan generasi emas Spanyol saat ini sejajar dengan generasi peraih treble 2008-2012.

Kemenangan Spanyol turut menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan warganet ramai membandingkan generasi muda La Roja seperti Yamal dan Cubarsi dengan legenda-legenda Spanyol terdahulu semacam Xavi, Iniesta, dan Casillas yang lebih dulu mengukir sejarah serupa pada tahun 2010.

 

    Terbaru

    Terkait