Sportify.id - Shin Tae-yong menambah barisan asisten pelatihnya. Yang paling anyar adalah Yeom Ki-hun, mantan penyerang timnas Korsel yang didaulat sebagai asisten pelatih khusus striker. Total ada sembilan (9) asisten yang kini membantu STY.
Tujuh diantaranya adalah gerbong Korsel yakni, Choi In-chul, Jo Byeong-guk (asisten pelatih teknik), Kim Bong-soo, Yoo Jae-hoon (pelatih penjaga gawang), Shin Sang-gyu (Pelatih fisik), Kim Jong-jin (Match analyst) dan Yeom Ki-hun. Dua asisten lainnya adalah muatan lokal, Nova Arianto (Asisten pelatih teknik) dan Sofie Imam Faisal (Pelatih fisik). Selain itu masih ada dokter tim Choi Ju-young dan penterjemah Jeong Seok-seo.
Lalu apa artinya STY merekrut Yeom Ki-hun sebagai pelatih khusus striker? Secara tidak langsung fakta ini menyiratkan, sebenarnya STY mengakui bahwa dirinya gagal memoles dan meningkatkan ketajaman lini depan timnas Indonesia. Artinya, STY mengakui dirinya tak piawai urusan striker dan butuh bantuan.
Statistik memperlihatkan, dalam kurun empat tahun sejak 2021, timnas senior hanya mencetak 98 gol dalam 51 pertandingan yang dijalani. Artinya, rataan gol timnas senior hanya 1,92 per pertandingan. Itu pun tertolong karena 19 gol ke gawang Brunei dalam tiga pertemuan dan tujuh gol ke gawang Nepal. Selebihnya Indonesia baru bisa mencetak lebih dari tiga gol jika menghadapi lawan seperti Myanmar, Kamboja, Laos dan Timor Leste.
Fakta lain, yang menguatkan bahwa lini serang skuad STY tumpul adalah tak seorang pun penyerang timnas senior yang dalam empat tahun terakhir ini akumulasi golnya bisa mencapai dua digit. Egy Maulana Vikri yang spesialis cadangan tercatat paling produktif dengan sembilan gol. Disusul Witan Sulaiman dengan delapan gol.
Bahkan khusus tahun 2024 hingga Juni lalu, timnas senior hanya mencetak 10 gol dalam 11 pertandingan dan kemasukan 23 gol. Rinciannya, lima gol ke gawang Vietnam, dua gol ke gawang Filipina dan masing-masing satu gol ke gawang Libya, Iraq dan Jepang. Uniknya lagi, kesepuluh gol itu dicetak oleh sepuluh pemain yang berbeda. Lima diantaranya adalah pemain bertahan yakni, Rizki Ridho, Jay Idzes, Sandy Walsh, Asnawi dan Jakob Sayuri. Sementara penyerang naturalisasi Rafael Struick sama sekali belum menyumbangkan satu gol pun ditimnas senior. Hanya Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye yang sudah mengoleksi sebiji gol ke gawang Vietnam dan Filipina.
Fakta tidak produktifnya lini serang timnas senior diatas juga menguatkan catatan kritis saya terhadap STY selama ini. Filosofi permainan tidak kuat. Taktikal permainan yang pragmatis. Karakter tim cenderung reaktif. Hanya berusaha mengantisipasi permainan lawan. Jarang dominan kontrol dan dikte permainan kecuali menghadapi tim-tim lemah seperti Brunei, Laos, Kamboja dan Timor Leste.
Secara keseluruhan, taktikal permainan STY ditimnas senior cenderung serupa. Ketika kehilangan bola hampir seluruh tim segera retreat, turun hingga wilayah permainan sendiri. Bertahan total dan begitu merebut bola berusaha secepat mungkin melakukan serangan balik.
Begitulah kurang lebih taktikal STY, selama empat tahun menangani timnas senior. Dengan atau tanpa pemain naturalisasi, gaya mainnya tetap sama. Lini serang terlihat monoton dan minim kreatifitas. Maka ketika Yeom Ki-hun direkrut sebagai pelatih spesialis striker, sebenarnya ini sebuah pengakuan. Bahwa STY gagal mengasah ketajaman lini serang Indonesia. STY tak mampu menaikkan level penyerang timnas Indonesia baik secara individu maupun unit.
Park Ji-sung dan Hong Myung-bo
Balik ke Yeom Ki-hun. Apakah hadirnya Yeom Ki-hun bakal mujarab mengobati persoalan lini serang Indonesia? Jawabannya semoga. Tetap ada nuansa keraguan disana. Yeom Ki-hun memang mantan penyerang timnas Korsel. Tapi statistik golnya selama berkarir sebagi pemain tidak mengesankan. Bahkan jauh dari mentereng.
Sepanjang karirnya diklub, Yeom Ki-hun tak pernah mencapai dua digit gol dalam semusim. Catatan gol terbaiknya adalah sembilan (9) gol tahun 2011 untuk Suwon Samsung Bluewings. Bahkan ditimnas Korsel pun, Yeom Ki-hun dengan 57 caps hanya mencetak lima (5) gol saja. Jadi bagaimana mungkin Yeom Ki-hun yang irit gol bagi timnas Korsel, bisa mengubah ketajaman lini serang Indonesia?
Atas dasar keraguan itu pula, penulis memprediksi dikemudian hari entah itu besok lusa, STY akan kembali meminta tambahan asisten pelatih. Setelah Yeom Ki-hun yang pelatih spesialis striker, bisa saja STY akan menyodorkan nama Park Ji-sung dan Choi Sung-yong untuk direkrut sebagai pelatih spesialis gelandang. Lalu untuk pelatih spesialis bek atau pemain bertahan, jangan tanggung-tanggung Hong Myung-bo dan Lee Young-pyo bisa jadi pilihan. Kebetulan, mereka semua adalah legenda Korsel di Piala Dunia 2002.
Namanya prediksi ya sah-sah saja. Bisa kejadian atau bisa pula meleset. STY gitu loh!
Penulis: Bung Towel